AMBARAWA, Mediajateng.net – Tanggal 10 November diperingati rakyat Indonesia sebagai Hari Pahlawan. Berbagai kegiatan pun digelar sebagai bentuk apresiasi atas pengorbanan dalam perjuangan para pejuang bangsa dalam merebut kemerdekaan.

Seperti di Grobogan, sejumlah pelajar terlibat langsung pelaksanaan upacara bendera di Alun-alun Purwodadi dilanjutkan tabur bunga, di panggung lomba membaca geguritan di Kabupaten Grobogan, Sekda Moch Sumarsono juga menyempatkan diri mengekpresikan penghormatan atas pengorbanan pejuang dengan membaca geguritan atau puisi dengan bahasa jawa bertema pahlawan.

Hal berbeda dilaksanakan sejumlah raider. Dimana, joki kuda besi yang tergabung dalam komunitas Honda Vario lebih memilih menggelar touring keliling daerah yang memiliki berbagai prasasti yang menunjukan kerasnya perjuangan yang harus dilakukan di masa penjajahan Belanda.

Kecamatan Ambarawa, daerah yang memiliki deretan penjara yang dibangun Penjajah Belanda dijadikan pilihan untuk memperingati hari Pahlawan ala bikers Honda. Keliling bukti sejarah yang dilingkari persawahan yang masih menghijau diharapkan mampu mengingatkan lagi usaha, pengorbanan dan perjuangan yang dilakukan dimasa perang.

Pada kegiatan ini, bikers diajak menelusuri jejak-jejak sejarah. Diawali dari Kota Semarang, Kota Ungaran kemudian mereka diajak ke Ambarawa. Menilik sejarah perjuangan bangsa Indonesia, para bikers diajak menjelajahi bangunan-bangunan bersejarah seperti Gedung Sarekat Islam (Semarang), Benteng Port Willem II (Ungaran), Monumen Palagan Ambarawa (Ambarawa) dan Benteng Pendem/Port Willem I (Ambarawa) menggunakan motor Honda Vario kesayangan mereka.

Yohanes Kurniawan Region Head Astra Motor Jateng mengatakan kegiatan dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan dan bertepatan dengan adanya helatan akbar milik komunitas Vario di Ambarawa yaitu Jambore Nasional Paguyuban Vario Nusantara ke-VIII.

“Sejarah kadang membuat kita takut atau malas untuk belajar, makanya dengan adanya kegiatan Amazing Race ini kami coba kemas edukasi sejarah dengan cara yang unik dan menyenangkan, dan cocok dengan para bikers Honda,” terang Kurniawan.

Kegiatan Amazing Race ini mengambil titik start di kantor Main Dealer Astra Motor Jateng. Di sini para peserta Amazing Race mendapatkan pengarahan mengenai safety riding dan petunjuk pertama yang mengarahkan komunitas menuju pos satu yaitu di Gedung Sarekat Islam. Gedung ini merupakan saksi pergerakan nasional yang dibangun menggunakan
dana kolektif hasil dari iuran-iuran anggota SI dan iuran-iuran masyarakat umum, tanpa memandang profesi, ideologi, agama, maupun etnis.

Pada awalnya berdirinya, gedung ini digunakan oleh organisasi pergerakan seperti Sarekat Islam, Budi Utomo, Nationaal Indische Partij. Perjalanan dilanjutkan ke pos kedua yaitu Benteng Port Willem II di Ungaran. Bangunan ini pernah dijadikan penjara transit Pangeran Diponegoro sebelum dipindahkan ke Ujung Pandang (Makassar).

Di masing-masing pos, peserta akan memainkan berbagai macam permainan yang dirancang untuk meningkatkan rasa kebersamaan dan kerjasama antar anggota komunitas.

Pos ketiga terletak di tempat peringatan pertempuran para pejuang kemerdekaan melawan tentara Gurkha atau Sekutu. Di tempat ini terdapat Museum Isdiman, anak buah Panglima Besar Jendral Sudirman yang gugur di pertempuran Ambarawa pada tanggal 12 – 15 desember 1945, yaitu Monumen Palagan Ambarawa.

Dari permainan di tiap, peserta Amazing Race ditantang untuk mendapatkan hadiah berupa paket sembako dimana nantinya hadiah tersebut akan diberikan kepada mantan pejuang kemerdekaan.
Benteng Pendem/Port Willem I merupakan pos keempat dan terakhir dari kegiatan Amazing Race ini. Lokasi ini terkenal dengan nama Benteng Pendem karena beberapa bagiannya berada di bawah tanah. Seusai menyelesaikan permainan di pos keempat dan berhasil mendapatkan hadiah terakhir, para peserta Amazing Race melanjutkan perjalanan ke rumah
veteran yang lokasinya tak jauh dari pos keempat untuk memberikan hadiah berupa paket sembako dan baju batik yang mereka telah dapatkan dari permainan Amazing Race.

Peserta Amazing Race beserta Phopira mendatangi Bapak Soe’eb Rowiyan (88) dan Bapak Sukarno (74) sebagai perwakilan dari 8 mantan pejuang lainnya yang akan diberikan hadiah oleh Bikers Vario.

Hadiah yang mereka dapatkan dengan penuh semangat dan perjuangan saat kegiatan Amazing Race mereka berikan pada Bapak Soe’eb dan Bapak Sukarno sebagai rasa terima kasih atas perjuangan para pahlawan yang dengan gagah berani berdiri di garis terdepan
medan tempur, menolak untuk melepaskan setiap jengkal bangsa ini.

Sebanyak 25 pecinta motor yang tergabung komunitas Honda Vario dari Semarang (Vario Semarang), Kendal (Vario Kendal) dan Demak (Vario Rider Club Demak) mengikuti kegiatan Amazing Race yang mengangkat tema ‘Vario Hero Mission’.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga diikuti oleh Phopira (akun instagram: @phopira), seorang vokalis band metal hardcore dan penyuka otomotif roda dua.

“Melalui Amazing Race, Honda sebagai Motore Wong Jawa Tengah ingin memberikan edukasi kepada komunitas Vario tentang bangunan-bangunan bersejarah yang ada di Jawa Tengah khususnya di Semarang dan sekitarnya. Selain itu, kami berharap para generasi muda dapat memaknai semangat perjuangan pahlawan terdahulu dalam memperjuangkan Tanah Air,” tambah Kurniawan.

Seusai mengikuti kegiatan Amazing Race, para bikers Vario mengikuti Jambore Nasional Vario VII yang diadakan di Lapangan Panglima Besar Jendral Sudirman, Ambarawa, Jawa Tengah (10/11). Jambore Nasional Vario merupakan gelaran akbar komunitas pecinta Honda Vario yang telah dilaksanakan sejak 2010. Antusiasme besar dari para anggota
komunitas membuat acara ini rutin diselenggarakan, dimulai di kota Metro, Lampung (2010); Mataram, Lombok (2011); Batu, Malang (2012); Bandung, Jawa Barat (2013); Solo, Jawa Tengah (2015); Barabai, Kalimantan Selatan (2016); dan Ambarawa, Jawa Tengah (2018).Mj-0505