DEMAK, Mediajateng.net – Bupati Demak M Natsir melakukan road show ke sejumlah desa di Kabupaten Demak, Selasa (27/11).
Dalam jelajah desa “Bupati Menyapa Warga” itu, Bupati Natsir didampingi oleh Sekda Demak, Singgih Setyono, Asisten Bupati serta sejumlah Kepala Dinas.

Ada tiga kecamatan yang dikunjungi Bupati Natsir beserta rombongan, yakni Kecamatan Wedung, Kecamatan Bonang dan Kecamatan Karangtengah itu.
Di setiap tempat yang dikunjungi, Bupati Natsir menyambangi rumah warga yang sudah tidak layak huni dan para janda miskin.

“Sehat Mbah?” sapa Bupati Natsir saat mengunjungi rumah Mbah Purni (80), di Desa Tedunan, Kecamatan Wedung.
“Alhamdulillah sehat. Lha njenengan sinten (lha kamu siapa),” jawab Mbah Purni.

Sontak pertanyaan balik janda miskin yang menempati rumah kayu ukuran 5 x 10 meter itu, membuat sejumlah rombongan bupati tersenyum mendengar keluguannya itu.

Tanpa sungkan-sungkan, Bupati Natsir kemudian mendekat dan duduk di sebelah Mbah Purni.

“Saya Bupati Demak, mbah. Tinggal kaleh sinten (tinggal dengan siapa),” tanya Bupati Natsir lagi.

“Niki kaleh anak wedok kulo (ini sama anak perempuan saya,” jawabnya.

“Sampun angsal bantuan sosial dereng ?” lanjut Bupati Natsir.

“Bantuan nopo to Pak. Mboten angsal nopo-nopo (Bantuan apa to Pak. Tidak dapat apa – apa),” jawab Mbah Purni.

Ya , Mbah Purni adalah salah satu warga miskin yang tidak mendapatkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH).

Mendengar keluhan itu, Bupati Natsir langsung memerintahkan pendamping PKH agar mengusulkannya. Sebelum berpamitan, Bupati Natsir menyerahkan bantuan dari Baznas Demak kepada Mbah Purni.

Selain menyambangi rumah warga, Bupati Natsir juga meninjau sentra tenun di desa yang terletak di pesisir Demak itu. Sedikitnya ada 245 warga yang menekuni kerajinan tenun tersebut, diantarnya pasangan suami istri Ahmad Saefuri (33) dan Miftahul Yuliati (33).

Keduanya menekuni kerajinan tenun sudah sepuluh tahun lebih. Adapun bahan baku dan alat tenun kebanyakan berasal dari pengusaha tenun Troso Jepara.
“Sehari dapat menghasilkan kain berapa?” tanya Bupati Natsir.

“Untuk kain tenun ukuran 2,20 x 117 meter, rata-rata dapat 7 potong. Satu potongnya dapat upah Rp 10 ribu,” jawab Saefuri.

Setelah di Desa Tedunan Kecamatan Wedung, Bupati Natsir beserta rombongan, selanjutnya mengunjungi dan menyapa warga Desa Gebangarum Kecamatan Bonang dan Desa Wonoagung Kecamatan Karangtengah.