SEMARANG, Mediajateng, – Komisioner Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Jawa Tengah, Zaenal Abidin, ikut bicara perihal keterbukaan informasi kepada masyarakat terkait penangangan kasus yang sedang ditangani oleh aparat penegak hukum (APH).

Salah satunya, yakni soal kasus majalah dinding (mading) elektronik di Kabupaten Kendal, yang saat ini sedang ditangani oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah.

Hal ini perlu disampaikan guna menanggapi informasi simpang siur kehadiran Bupati Kendal, Mirna Annisa ke Kejaksaan Tinggi Jateng, dimana ada informasi yang menyampaikan bahwa Bupati Kendal datang atas kemauan sendiri. Namun ada juga informasi yang beredar di masyarakat bahwa keadiran Bupati Kendal karena memenuhi panggilan untuk diperiksa.

Menurutnya, Kejaksaan harus tunduk pada Undang Undang (UU) No. 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), dimana hasil pemeriksaan harus disampaikan kepada masyakarat.

“Kalau masih proses memang termasuk informasi yang dikecualikan. Tapi kalau sudah selesai pemeriksaan ya itu bagian dari informasi yang harus disampaikan kepada publik supaya masyarakat ikut mengawal,” kata Zaenal dengan tegas.

Zaenal Abidin menambahkan, Kejati Jateng harus terbuka dalam memberikan informasi kepada masyarakat terkait kasus yang sedang ditangani. Hal ini karena telah diatur dalam Undang-Undang KIP yang telah disahkan melalui proses konstitusi.

“Amanah UU itu meminta harus transparan atau terbuka. Jadi siapa saja yang terlibat dan siapa saja tersangka, siapa saja yang sudah diperiksa, termasuk Bupati Kendal kalau memang kehadiran di Kejaksaan itu diperiksa ya harus disampaikan, supaya masyarakat tidak ada kecurigaan,” tambahnya.

Seperti diketahui, pasca Bupati Kendal Mirna Anissa dikabarkan diperiksa di Kejati Jateng, pada Rabu (26/9), terkait kasus dugaan korupsi majalah dinding (mading) elektronik di Kabupaten Kendal tahun anggaran 2016, beredar di masyarakat informasi yang simpang siur.

Muncul informasi yang menyampaikan Bupati Kendal mendatangi kantor Kejati Jateng di Jalan Pahlawan atas kemauan sendiri. Ada juga yang mengatakan kehadiran Bupati Kendal untuk melakukan koordinasi dan klarifikasi terkait kasus mading elektronik. Namun muncul juga pemberitaan yang menyatakan bahwa Bupati Kendal memenuhi panggilan untuk diperiksa Kejati Jateng. (ot/mj)

2 KOMENTAR

Comments are closed.