TAMPILKAN PERFORMANCE : Personel Beka Nayaka Band tampil apik dalam ramah-tamah Musisi Salatiga di Aulia Resto and Cafe, Jalan Lingkar Selatan KM 5,7 Kecandran-Salatiga. Foto : Wahyu

SALATIGA, Mediajateng.net – Berebut order manggung tidak lantas menghilangkan rasa persaudaraan dan kebersamaan musisi di Kota Salatiga.

Hal ini ditunjukan dalam perhelatan Hari Musik Nasional. Dimana, puluhan musisi dari berbagai aliran musik tampil secara bergantian. Dimana, mereka saling mendukung dan menguatkan bahkan saling mengisi dalam bentuk aksi panggung.

Dengan kebersamaan, diharapkan potensi aksi saling tusuk atau persaingan secara nakal musisi untuk berebut panggung sekaligus sumber pedspatan bisa dihilangkan.

“Kami ingin di Hari Musik Nasional ini, para musisi yang ada di Tanah Air, khususnya Salatiga guyub, tak ada persaingan, namun saling menguatkan ke arah lebih maju,” ucap penanggungjawab Beka Manajemen Salatiga, Karina Widiyawati saat acara
Ramah-tamah Musisi Salatiga di Aulia Resto and Cafe, Jalan Lingkar Selatan KM 5,7 Kecandran-Salatiga.

Karina menjelaskan, Beka Managemen yang berada di bawah pengelolaan CV Beka Mulia, menjadi wadah sekaligus memfasilitasi talent atau musisi baru yang ingin diorbitkan.

Tidak saja aksi panggung komersial, talent juga diberikesempatan berpromo dengan tampil dalam acara televisi di Semarang TV.

Tidak hanya itu, lembaga yang berdiri sejak 1998 dengan owner Beny Setiyono ini juga menggarap sejumlah grup band, recording, dan berbagai bidang lainnya.

“Sebagian dari pasal RUU Permusikan masih rancau. Khawatirnya akan membelenggu para musisi terkait karya maupun hak cipta,” katanya.

Meski pihaknya hanya bergerak di bidang manjeman permusikan, namun merasa terpanggil untuk ikut serta memperjuangkan nasib para musisi, khususnya yang ada di Salatiga.

Sekda Kota Salatiga, Fakhruroji yang turut menghadiri acara tersebut menyatakan apresiasi. Pada kesempatan itu, Fakhruroji lebih menyoroti soal nasib keberadaan pelaku kuliner di Salatiga, khususnya yang berada di sepanjang Jalan Lingkar Selatan (JLS) setelah adanya jalan tol yang melawati Salatiga.

“Mungkin awalnya ada kekhawatiran kalau hanya menjadi jalur lintasan, namun kami rasa tidak demikian. Justru kami tetap optimis, dunia kuliner di Salatiga akan semakin berkembang. Bahkan berpotensi dikukuhkan sebagai Kota Wisata,” terangnya. Mj/50