SEMARANG,Mediajateng.net – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akhirnya menjatuhkan sanksi pemecatan kepada anggota Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jateng Supardi. Anggota Satpol PP tersebut dilaporkan ke polisi atas dugaan penipuan pada kasus penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Menurut Ganjar, pemecatan mutlak dijatuhkan karena kesalahan Supardi sangat berat. Yang bersangkutan menjadi calo CPNS dan melakukan penipuan.

“Kalau ini saya pastikan kena sanksi berat, dipecat pokoknya ‘mbuh’ dengan hormat atau tidak, saya tidak menolerir yang kayak gini,” katanya di Semarang, Kamis (9/6).

Politikus PDIP ini mengaku sudah menerima surat hasil pemeriksaan Supardi yang dilakukan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng. Meksi begitu, surat itu tidak akan ditandatangi sebelum bertemu langsung dengan Supardi.

Ganjar berencana mengajak ngobrol lebih dalam mengenai kasus keterlibatan calo CPNS dan pemalsuan surat keterangan (SK) Gubernur mengenai pengangkatan PNS. Ia juga sudah memerintahkn Kepala Satpol PP Jateng, M Masrofi agar memanggil Supardi untuk datang. Jika diperlukan agar melakukan penjemputan. Tapi Supardi tegap tidak mau datang. Praktis, Ganjar meminta agar sanksinya diperberat.

“Mau saya ajak ngobrol,tetap tidak mau datang. Karena ini itikadnya pasti buruk, saya tidak akan tolerir soal ini,” ucapnya.

Menurut Gubernur, dari hasil penelusuran rekam jejak yang dilakukannya pada yang bersangkutan ternyata buruk. Karena pernah memiliki persoalan waktu masih berdinas di Pemkot Semarang, 1994 silam.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sri Puryono menambahkan, proses pemeriksaan sudah selesai dan hanya menunggu keputusan Gubernur. Sebab proses pemeriksaan yang dilakukan oleh tim telah selesai.

Dari hasil pemeriksaan, Puryono mengungkapkan, bahwa ternyata yang bersangkutan tidak menjalankan aksinya sendiri. Melainkan terdapat seorang oknum pegawai di Badan Kepegawaian Negara (BKN). “Ada juga oknum dari BKN diberita acaranya, ternyata oknum itu juga sudah pensiun,” tandasnya.

Kasus ini mencuat ketika Albertus Purwidyanto melaporkan Supardi ke Polrestabes Semarang atas dugaan penipuan sejumlah uang. Pelapor mengaku ditipu karena telah menyerahkan uang Rp 350 juta kepada terlapor yang mengaku dapat mengusahakan lolos CPNS. Albertus pun percaya dan menitipkan mahar untuk tiga anaknya jadi PNS pada 2014 lalu. Tapi hingga pertengahan 2016 janji itu tidak pernah ditepati dan uang Albertus tidak pernah kembali (MJ.007)

Comments are closed.