KEBUMEN – mediajateng.net

Kasus penemuan sesosok mayat yang dibungkus karung di kawasan hutan pinus Perhutani petak 65 RPH Somagede, Kecamatan Sempor, pada hari rabu tanggal 1 juni 2017 sekitar pukul 23.00 wib yang lalu, akhirnya terungkap.

Unit Reskrim Polsek Sempor dan Unit Resmob Sat Reskrim Polres Kebumen telah berhasil menangkap 3 orang tersangka yang diduga telah ikut melakukan pembunuhan pada hari Minggu (18/6/17) di Banjarnegara.

Ketiga orang tersebut adalah PK (34), seorang wanita yang saat ini tengah hamil 7 bulan, beralamat di Desa Gumelemwetan 05/05 Kecamatan Susukan, Banjarnegara, SH (35) Desa Blimbing 01/01 Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara dan EK (42) Dukuh Purwareja 04/08 Desa Purworejo, Klampok, Banjarnegara.

Kepala Kepolisian Resor Kebumen AKBP Titi Hastuti di hadapan wartawan saat press release di Mapolres Kebumen, selasa (20/6/17), menjelaskan, hasil pemeriksaan terhadap para tersangka terungkap, bahwa motif utama adalah permasalahan uang antara korban yang bernama Basiyem, warga Desa Jati, Binangun, Cilacap dengan Tersangka PK.

Menurut AKBP Titi Hastuti korban dan Tersangka PK sudah saling berkenalan sejak tahun 2013, waktu itu Korban Basiyem pernah minta tolong ke Tersangka BK untuk mencarikan dukun yang bisa menyembuhkan sakitnya.

“Keduanya berhubungan lagi saat anak korban sakit akibat kecelakaan dan harus dirawat di Rumah Sakit Dr. Margono, Purwokerto ditahun yang sama. Korban meminta tolong kepada Tersangka PK yang mempunyai latar belakang pendidikan keperawatan untuk merawat anak nya selama dan sepulangnya dari rumah sakit,” ujar Titi.

Pada bulan Desember 2016, setelah bercerai dengan suaminya, Korban Basiyem menjual rumah dan tanahnya di Binangun, Cilacap dan tinggal di Banjarnegara bersama Tersangka PK. Selama di Banjarnegara, Basiyem tinggal se rumah dengan Tersangka PK.

“Setelah tertipu oleh seseorang yang mengaku bisa menggandakan uang nya, Korban Basiyem menyerahkan sisa uang hasil penjualan tanah dan rumah nya sejumlah Rp. 135juts kepada Tersangka PK untuk dibelikan satu unit rumah,”imbuhmys

Tersangka PK pun mencarikan dan membelikan satu unit rumah di Perum Permata Purworejo Klampok senilai Rp. 90 juta Sedangkan yang Rp. 20 juta digunakan untuk memberi meja dan kursi.

Kepada Penyidik Unit III Sat Rekrim Polres Kebumen, Tersangka PK menjelaskan bahwa Korban Basiyem menuntut supaya uangnya dibelikan perumahan dengan type 45, bukan type 29 seperti yang dibelikan oleh tersangka PK.

Saat diberi penjelasan bahwa uang nya tidak cukup untuk membeli type 45, korban tidak bisa menerima dan menuntut uang nya dikembalikan. Dihadapan Korban, tersangka PK menyanggupi dengan syarat akan menjual lagi rumah yang bari dibeli itu. (MJ-303)