GROBOGAN, Mediajateng.net- Seperti halnya membuat kartu surat ijin mengemudi (SIM) atau ATM bank, kartu perpustakaan pun dapat dibuat dalam waktu yang singkat tanpa menunggu lama. Hal tersebut telah dicontohkan Bupati Grobogan, Hj. Sri Sumarni ketika mengunjungi stan Perpusda Kabupaten Grobogan di arena pameran buku.

Bupati mengapresiasi langkah Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Dinarperpusda) yang telah memberi terobosan baru agar masyarakat di Kabupaten Grobogan punya minat baca yang tinggi.

Selain kemudahan mendapatkan kartu perpustakaan, Sri Sumarni juga mengacungi jempol adanya mobil perpustakaan keliling. Menurut Sri, layanan ini akan lebih baik lagi jika sampai ke desa-desa untuk meningkatkan budaya membaca bagi masyarakat desa yang ada di Kabupaten Grobogan ini.

“Sekarang untuk melakukan pelayanan ini sudah lebih mudah karena kondisi jalan sudah bagus dan saya minta adanya perpustakaan keliling ini dapat menjangkau kawasan pedesaan,” pintanya.

Ditambahkan, Sri Sumarni dengan adanya pelayanan mobil perpustakaan keliling ke semua desa juga turut membantu mensukseskan Kabupaten Grobogan sebagai kabupaten literasi.

Dalam pameran buku yang diselenggarakan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah ini terdapat stan-stan dari berbagai penerbit yang ada di Indonesia.

Berbagai buku berkualitas dijual dengan harga pas di kantong, khususnya para pelajar atau mahasiswa. Bahkan, kalangan dewasa maupun tua juga ikut berpartisipasi dengan membeli buku.

“Saya suka baca. Saya beli dua buku untuk referensi mengajar di kelas,” kata Anton, warga Purwodadi.

Lain dengan Hana Ratri, yang memang penulis spesialis cerpen asal Semarang. Setiap ada pameran buku, ia selalu menyempatkan diri membeli buku novel atau cerpen dari pengarang lain.

“Kebetulan saya juga pernah membuat buku kumpulan cerpen tahun 2010 dan diterbitkan oleh penerbit ternama. Itu buku pertama saya. Sejak menikah, belum ada kesempatan untuk menulis lagi karena lebih banyak mengurusi rumah tangga dan usaha bersama suami,” kata Ratri, yang kini tinggal di Penawangan.

Perempuan yang saat ini aktif sebagai jurnalis menilai adanya pameran buku di Kabupaten Grobogan sangat positif. “Ini lebih baik daripada membaca berita hoax,” pungkasnya. (Agung-MJ)