PURWODADI, Mediajateng.net – PT Kereta Api Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Grobogan melakukan penertiban bekas stasiun Purwodadi. Sebelumnya diduga kawasan tersebut dimanfaatkan untuk bisnis karaoke.

Sekitar 30 tahun lokasi yang semula stasiun tersebut sering mendapat kritikan dari warga, lokasi yang akhirnya disebut kawasan pasar sayur Koplak Dokar, Kota Purwodadi diduga dimanfaatkan untuk karaoke dan tempat mangkal pekerja sek komersial (PSK).

Hingga saat ini bangunan tersebut masih berdiri megah khas bangunan jaman penjajahan Belanda dibawah perusahaan Semarang-Joana Stoomtram Maatschappij atau disingkat SJS yang mengelola jalur kereta api sepanjang 417 kilometer di sekitar Semarang, Jawa Tengah. Jalur yang dikelola juga meliputi Kabupaten Demak, Kabupaten Kudus, Kabupaten Pati, Kabupaten Rembang, Kabupaten Jepara, sebagian Kabupaten Grobogan, sebagian Kabupaten Blora dan sebagian Kabupaten Bojonegoro dan sebagian Kabupaten Tuban. “Daerah ini dulunya adalah penghasil terbesar komoditi gula, kapuk, kayu jati, tras dan bahan bangunan lainnya yang merupakan tambang emas angkutan perusahaan SJS. Seluruh jalur eks SJS sudah tidak aktif sejak tahun 1986,” Ungkap Manager Humas PT KAI Daop IV Semarang, Edy Kuswoyo, Kamis (6/10).

Edy menambahkan, bangunan bekas Stasiun Purwodadi yang kemudian dikenal dengan sebutan kawasan Koplak Dokar, sebelumnya merupakan salahsatu andalan jasa angkutan barang. Dimana, jalur stasiun tersebut dilintasi kereta api yang melayani angkutan barang dan orang. “Stasiun Purwodadi sebelum dipanggil warga sekitar sebagai kawasan Koplak Dokar, berhenti operasi atau tidak dilewati kereta sejak sekitar 30 tahun lalu. Kemudian, oleh pemerintah Kabupaten diusulkan untuk didirikan pusat jajan dan kuliner di kota Purwodadi. PT KAI mulai mengirimkan surat peringatan (SP) pertama agar warga bersiap-siap,” imbuhnya.

Seiring dengan pemberian SP bagi warga oleh PT KAI, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi (Disperindagtamben) Muryanto, jauh-jauh hari telah melakukan persiapan berupa menyiapkan lahan calon relokasi sayur atau lebih dikenal dengan pasar pagi.

Dimana, pasar tempat kulakan pedagang sayur itu akan dipindak tidak jauh dari lokasi Pasar Agro yang sudah terlebih dahulu di bangun di Jalan Gajah Mada, Purwodadi. Dimana, jumlah pedagang yang akan dipindahkan ke kawasan selatan kota Purwodadi itu mencapai 900 an pedagang. (MJ-070)

Comments are closed.