Semarang-mediajateng.net

Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Pol Tito Karnavian Jumat (3/2) menghadiri acara Temu Ulama dengan TNI Polri bertema ‘Silaturahmi Ulama dengan TNI dan Polri untuk memperkokoh Persatuan dan Kesatuan dalam rangka memperkokoh NKRI’ di Lapangan Mapolda Jawa Tengah Jalan Pahlawan Kota Semarang, Jawa Tengah.

Pertemuan ini dihadiri oleh sekitar 7000 masyarakat muslim, perwakilan habib, kyai se Jawa Tengah dimana setiap 35 kabupaten/kota mengirim sebanyak 6 sampai 10 orang perwakilan, Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (FKPD), Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB).

Setelah mendarat di Bandara Internasional Ahmad Yani Kota Semarang, Tito hadir sekitar pukul 21.00 WIB di Mapolda Jateng disambut oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko, Kasdam IV/Diponegoro, Brigjen TNI Joni Supriyanto.

Nampak hadir menyambut, ulama kharismatik asal Kota Pekalongan, Jawa Tengah Habib Muhammad Luthfi bin Yahya yang akan mengisi tauziah dalam acara yang dihadiri ribuan umat ini.

Sebelum masuk ke ruang transit, Tito kepada awak media menegaskan bahwa acara ini dalam rangka silaturahmi sekaligus perayaan Maulud Nabi Muhammad SAW menjelang digelarnya Pilkada serentak 2017.

“Acara ini dalam rangka acara silaturahmi sekaligus juga masih dalam rangka perayaan Maulud Nabi dengan seluruh ulama untuk persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” ungkapnya.
Selain itu, Tito juga mengungkapkan acara ini digelar sengaja menjelang Pilkada serentak untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa yang rawan perpecahan.

“Dukungan antara pemerintah, Polri, TNI maupun Pemerintah Daerah (Pemda) dengan ulama dan umat islam itulah suatu yang sangat penting sekali. Dalam rangka memupuk persatuan dan kesatuan apalagi menjelang Pilkada,” ucapnya.

Selain hal tersebut Tito juga mengatakan dengan Pilkada yang semakin dekat ini masyarakat rawan terpecah belah karena adanya kelompok pendukung paslon. Tito berharap, polarisasi yang menyebabkan terjadinya perbedaan karena pilihanya masing-masing dalam rangka Pilkada ini tidak menyebabkan ancaman bagi bangsam

“Jelang Pilkada ini terjadi polarisasi masyarakat terpisah karena ada pilihan masing-masing. Tapi tentunya kita berharap ini memang bagian dari demokrasi tapi jangan sampai perbedaan-perbedaan ini menjadi ancaman bagi bangsa kita,” tegas Tito Karnavian
Tito menghimbau menjelang pilkada yang merupakan bagian dari sistem demokrasi yang terjadinya perbedaan pilihan tidak memecah belah anak bangsa.

“Himbauan saya, kepada masyarakat ini kita menjelang Pilkada. Pilkada itu bagian dari demokrasi sistem demokrasi silahkan. Silahkan berbeda untuk menentukan pilihan-pilihan, karena itulah hak politik setiap warga masyarakat. Tapi jangan sampai perbedaan ini menjadi pemecah bagi kita,” terangnya. (MJ-303)

6 KOMENTAR

Comments are closed.