Kapolres Fidel Ajak Anggotanya Jaga Netralitas Dalam Pilkada Demak

0

DEMAK, mediajateng.net – Kapolres Demak, AKBP R. Fidelis Purna Timoranto meminta anggotanya menjaga netralitasnya dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Demak.

Menurutnya, netralitas Polri harus selalu di junjung tinggi dalam Pilkada Demak yang rencananya digelara pada tanggal 23 September 2020 mendatang.

“Jauh – jauh hari saya sudah wanti wanti (mengingatkan), Polisi harus netral. Jangan sampai melanggar kode etik dan undang undang Kepolisian yang sudah di tetapkan,” kata Kapolres Fidel seusai melakukan kunjungan kerja ke Polsek Bonang dan Polsek Wedung, Jumat (28/2/2020).

AKBP Fidel menambahkan, Polri dilarang terlibak dalam aksi dukung mendukung salah satu pasangan calon tertentu. Jika berpihak, hal itu dipastikan akan menimbulkan konflik, karena sudah jelas di atur dalam undang-undang yang menyebutkan bahwa Polri dilarang ikut politik praktis.

“Sudah jelas dalam undang undang bahwa Polri dilarang berpolitik praktis, jika dilanggar maka akan menjadikan konflik. Terkecuali isteri anggota Polri, di bebaskan untuk mengikuti pilkada nantinya. Namun sebagai contoh masyarakat, jangan sampai terlibat pelanggaran, sebagai contoh adalah politik uang,” ujanya.

Selain itu, Kapolres Fidel juga berpesan kepada anggotanya untuk selalu menjaga kesehatan dengan berolah raga, istirahat cukup dan mengontrol pola makan.

“Tenaga dan pikiran kita sangat di butuhkan dalam setiap tahapan Pilkada 2020. Kesehatan merupakan faktor utama kesuksesan dalam pelaksanaan tugas,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaan tugas, sambung Kapolres Fidel, peran Bhabinkamtibmas juga harus di kedepankan dalam menjaga keamanan di wilayah serta ikut andil dalam mensukseskan Pilkada 2020 dengan mengkampanyekan anti hoax kepada masyarakat.

“Peran Bhabinkamtibmas harus dikedepankan, lakukan pendekatan dan penggalangan, serta sosialisasikan kepada tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga desa binaanya untuk menjaga situasi kondusif dalam Pilkada 2020. Ajak masyarakat untuk tidak mudah percayai pemberitaan hoax, provokasi serta isu sara,” pungkasnya. (ARI-MJ)