DEMAK, Mediajateng.net – Usai apel pagi, Kapolres Demak memberi penghargaan dilanjut upacara pedangpora. Selesai ritual tersebut, dengan sigap AKBP Maesa Soegriwo berjalan ke arah becak dan siap mengayuh.

Polres Demak mempunyai cara tersendiri dalam melepas anggota yang memasuki masa pensiun atau purna tugas.

Ya, tradisi kayuh becak oleh sejumlah perwira Polres Demak, merupakan ritual wajib sebagai simbol penghormatan atas jasa dan pengabdiannya sebagai anggota Polri.

Ritual naik becak dilakukan setelah apel pemberian penghargaan dan upacara pedang pora.

Mulai Kapolres Demak, Waka Polres, Kabag hingga Kasat wajib mengayuh (mengemudi) becak yang dinaiki oleh anggota yang telah purna tugas

Seperti yang terlihat pada Rabu (4/4/2018) pagi, bagaikan raja dan ratu sehari, lima anggota yang purna tugas bersama istrinya menaiki becak hias dan diarak keliling Mapolres Demak.

“Keberhasilan Polres Demak dalam menjaga dan menciptakan stabilitas keamanan di wilayah hukum Polres Demak tentunnya tidak lepas dari loyalitas, dedikasi yang yang tinggi dari bapak-bapak yang sekarang memasuki masa pensiun,” tutur Kapolres Demak, AKBP Maesa Soegriwo.

lima anggota yang memasuki masa pensiun dengan masa pengabdian antara 35 – 38 tahun tersebut, yakni Kompol Sujari, Akp Untung, Ipda Suroto, Ipda Bambang Aribowo, serta Bripka Imam Santoso.

“Atas nama Pemerintah dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, kami mengucapkan banyak terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada anggota yang telah melaksanakan purna tugas,” lanjut Kapolres.

“Harapan kami, anggota yang sekarang menjadi purnawirawan, agar dapat menjadi contoh di Masyarakat dalam menjaga dan memelihara Kamtibmas,” pungkasnya.