SEMARANG, Mediajateng.net – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) berhasil membuat dan mengembangkan game pembelajaran hijak lalu lintas. Game bernama Smart Traffic Sign Games ini didesain khusus untuk pembelajaran tingkat dasar.

Game tersebut menjawab tantangan kurikulum 2013 yang sudah mulai diimplementasikan di beberapa Sekolah Dasar (SD) di Indonesia. Salah satu pembelajaran baru di dalam kurikulum tersebut yaitu dengan adanya pembelajaran lalu lintas di SD yang masuk ke dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).

Tentunya hal tersebut membutuhkan multimedia pembelajaran interaktif dalam menunjang terlaksananya pembelajaran lalu lintas yang menarik dan menyenangkan.

Game tersebut diciptakan tiga mahasiswa kreatif yang tergabung dalam Edutech Team. Anton Agus Setiawan, salah satu anggota tim mengatakan, mulanya dirinya prihatin dengan tingginya angka kecelakaan lalulintas yang terjadi di Indonesia. Meskipun angka kecelakaan tahun 2018 lebih rendah daripada tahun 2017, namun Indonesia masih berada pada rangking 2 sampai 3 negara di ASEAN dengan angka kecelakaan lalu lintas yang tinggi sebagaimana disampaikan oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol. Royke Lumowa pada acara Forum Polantas ASEAN Tahun 2017 yan digelar di Bali dan Jakarta.

Tingginya angka kecelakaan lalulintas menunjukkan bahwa etika dan budaya berlalulintas masyarakat Indonesia yang masih rendah. Menurunnya kesadaran untuk tertib dan aman dalam berlalulintas serta minimnya edukasi sejak dini di sekolah-sekolah, menginspirasi Anton Agus Setiawan dan Ahmad Nur Yasin Jurusan Teknologi Pendidikan Angkatan 2015 dan Andisa Talenta Oktaviani Jurusan Pendidikan Teknik Informatika Angkatan 2016 untuk membuat sebuah games pembelajaran lalulintas.

“Smart Traffic Sign Games mengadopsi teknologi interactive surface yang dikembangkan oleh Nintendo Games, Smart Traffic Sign Games menawarkan sebuah keunikan yaitu dengan interaktivitas dan kemudahan dalam bermain,” kata Anton, Selasa (3/7).

Keunggulan Smart Traffic Sign Games, yang merupakan game berbasis aplikasi desktop/komputer, sekarang kita tidak lagi membutuhkan lahan yang luas, karena hal tersebut dapat dimainkan di dalam kelas, selain itu lebih murah dari pada harus membangun taman lalu lintas secara nyata di luar ruangan.

“Konsep pengembangan taman lalu lintas pada interactive surface mengubah permukaan lantai kelas menjadi interaktif / layar sentuh dengan membuat lingkungan lalulintas virtual yang diproyeksikan melalui proyektor ke permukaan lantai, pemanfaatannya tidak harus selalu diproyeksikan secara vertikal/pada papan tulis, tetapi juga dapat diproyeksikan secara horizontal maupun diagonal tergantung kebutuhan pengguna, melalui bantuan Wii Remote dan sensor inframerah yang dipasang pada mobil mainan,” katanya.

Saat mobil mainan digerakkan sesuai desain games, lanjut Anton, maka akan muncul beberapa perintah/ peringatan/ larangan mengenal rambu-rambu lalulintas. Ketika mobil mainan dijalankan oleh siswa dan mendekati salah satu rambu lalu lintas, maka akan muncul audio yang menjelaskan fungsi dan maksud dari rambu-rambu lalu lintas tersebut.

“Jika mobil mainan menyalahi aturan rambu lalulintas, maka akan ada audio yang menjelaskan mengenai peringatan dan larangannya,” katanya.

Keunggulan lain dari Smart Traffic Sign Games adalah dilengkapi dengan teknologi augmented reality yang terletak pada Guide Book untuk menambah interaktivitas dan daya tarik dengan mensinergikan dunia riil dengan dunia digital.

“Tertib berlalu lintas merupakan bentuk nilai sosial, proses perkembangan nilai seseorang yang paling tinggi adalah terbentuknya sebuah karakter,” katanya.

Anton berharap dengan game tersebut mempunyai mencetak etika dan kesadaran untuk tertib berlalu lintas sejak dini. Jadi yang terpenting adalah menciptakan karakter tertib berlalu lintas sejak dini sehingga dengan sendirinya meskipun tidak ada polisi, ketika dewasa orang-orang akan tertib berlalu lintas.