GROBOGAN, Mediajateng.net- Hanya gara-gara tanah warisan, seorang adik di Kecamatan Karangrayung tega menganiaya kakak kandungnya hingga tewas. Insiden ini terjadi di Dusun Dongklo RT 04 RW 05 Desa Jetis, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Minggu (27/1/2019) sekitar pukul 07.00 WIB.

Kejadian ini bermula saat Wadiyo (64) warga Dusun Beketro RT 01 RW 01 Desa Telawah, Kecamatan Karangrayung, bertandang ke rumah kakaknya, Radi (65) di Dusun Dongklo, Desa Jetis dengan mengendarai sepeda. Sesampainya di rumah, Wadiyo tidak langsung bertemu kakaknya. Namun, selang beberapa saat kemudian, sang kakak tiba di rumah bersama cucunya. Pertemuan keduanya diselingi cekcok yang membuat Wadiyo semakin emosi. Diduga tidak dapat mengendalikan emosinya, Wadiyo membacok bagian bawah telinga bagian kanan Radi. Saat itu korban masih bertahan. Ia sempat meletakkan cucunya ke dalam rumah.

Usai meletakkan cucunya, pelaku kembali meributkan sesuatu dan berakhir dengan membacok kedua kalinya dan mengenai perut hingga ususnya terburai. Usai membacok kakak kandungnya, Wadiyo langsung pergi dari rumahnya.

Suparjo (32) anak kandung Radi shock ketika melihat ayahnya berlumuran darah di bagian perut dan sudah tidak bernyawa lagi. Ia berteriak hingga akhirnya para tetangganya datang ke rumahnya. Mengetahui ayahnya meninggal dalam kondisi tidak wajar, Suparjo bersama Nurokkhim (25) tetangganya langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Karangrayung.

Mendapatkan informasi dari keduanya, Kapolsek Karangrayung AKP Sukardi beserta anggotanya langsung mendatangi lokasi. Sesampainya di sana, petugas mendapati korban yang sudah dalam kondisi sudah meninggal dunia dengan cara tragis.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, dalam waktu kurang dari 1 x 24 jam, pelaku berhasil dibekuk polisi di rumahnya. Dari tangan pelaku ditemukan barang bukti berupa satu buah sabit dengan pegangan terbuat dari kayu, dua buah tali tambang warna hijau dan kuning serta satu unit sepeda ontel.

“Benar telah terjadi pembunuhan pada Minggu (27/1/2019) di Dusun Dongklo, Desa Jetis, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan. Adapun korban bernama Radi, 65 tahun. Identitas pelaku sudah diketahui berinisial W, 64 tahun, yang tidak lain adalah adiknya sendiri. Saat ini pelaku sudah kami tahan di Polsek Karangrayung untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Untuk latar belakang pembunuhan ini diduga karena tanah warisan,” terang AKP Sukardi.

Pelaku dijerat dengan pasal 351 ayat (3) KHUP tentang penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. (Ag-MJ)