DEMAK, Mediajateng.net – ” guruku….

engkaulah panutan dalam setiap impianku
abdimu menjadi emas dalam setiap langkahku
ucapanmu menjadi inspirasi…..”

itulah sepenggal bait puisi berjudul Guruku Pahlawanku yang dipersembahkan siswa SMKN 1 Sayung dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional ke 74, Senin (25/11/2019).

Puisi karya Dian Listiani siswi XII Tata Busana itu dibacakan seusai upacara Hari Guru Nasional di halaman SMKN 1 Sayung.

Puisi tersebut terinspirasi dari guru – guru yang mengajar di SMKN 1 Sayung yang telah memberikan bekal ilmu bagi murid – muridnya dengan tulus iklas dan penuh kasih sayang.

“Guru bukan hanya seorang pengajar. Guru juga sebagai orang tua kedua kami semua. Selamat hari guru,” kata Dian Listiani sembari matanya berkaca – kaca.

Tak hanya puisi, para siswa juga memberi kado bunga mawar sebagai tanda cinta dan bhakti kepada guru.

Suasana penuh haru saat anak – anak memberikan kado bunga kepada satu persatu guru – guru mereka diselingi lagu Hymne Guru, bahkan sejumlah guru dan murid tak kuasa menahan air matanya.

Menurut Ika Miftakhul Huda, Ketua Osis SMKN 1 Sayung, guru sangatlah penting dalam kehidupan seorang murid karena guru merupakan panutan bagi siswa. Tidak hanya mengajarkan mata pelajaran, guru juga mengajarkan arti kehidupan dan adab serta budi pekerti.

“Guru juga sebagai salah satu pahlawan bangsa. Terima kasih guru ku,meskipun saya sebagai murid tidak bisa memberi apapun kecuali ucapan terima kasih,” ujarnya.

Santoso Kepala SMKN 1 Sayung menyatakan bahwa momentum Hari Guru Nasional bisa dijadikan intropeksi diri untuk berbuat lebih baik lagi dalam memberikan bekal ilmu bagi anak anak didiknya, agar nantinya menjadi generasi unggul yang berakhlakul karimah.

Apalagi didukung adanya semangat perubahan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim, dimana guru diberi kesempatan untuk berinovasi dan kesempatam luas untuk mengeksplore dirinya dan anak – anak.

“Kami sangat apresiasi sekali terhadap perhatian Pak Menteri untuk meringkas dan menyederhanakan administrasi sehingga guru bisa fokus terhadap anak didiknya,” tutur Santoso.