GROBOGAN, mediajateng.net – Kabupaten Grobogan terus menunjukkan prestasinya, setelah sebelumnya mendapat penghargaan sebagai Top 45 Inovasi Pelayanan Publik. Kabupaten Grobogan kembali menerima penghargaan kategori 1 Kabupaten terbaik se Indonesia di bidang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah di Kawasan Perdesaan Tahun 2019.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ART/BPN) Sofyan A Djalil kepada Bupati Grobogan Sri Sumarni di ruang Prambanan Gedung Kementrian ATR/BPN. Kamis (7/11).

Dikatakan Sri Sumarni, prestasi ini tidak lepas dari upaya pengendalian terhadap pola tata ruang di Kabupaten Grobogan. Khususnya, dalam pengajuan peruntukan tetap harus mempertahankan keberadaan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Pemerintah Kabupaten Grobogan berkomitmen menjaga ketersediaan lahan yang dituangkan dalam Perda Nomor 7 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW),

“Prestasi ini tidak lepas dari upaya pengendalian terhadap pola tata ruang di Kabupaten Grobogan. Khususnya, dalam pengajuan peruntukan tetap harus mempertahankan keberadaan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).,” ucap Sri Sumarni

Lebih lanjut Sri Sumarni menjelaskan bahwa, luas LP2B yang ada di Kabupaten Grobogan ini yaitu 72.934 meter persegi. Artinya lahan yang untuk lahan pertanian tidak boleh digunakan untuk lahan industri, sehingga ketersediaan pangan tetap terjaga.

“Kabupaten Grobogan selama ini merupakan salah satu lumbung pangan nasional. Dari upaya tersebut, Pemkab Grobogan mendapatkan penghargaan ini,” ujar Sri Sumarni.

Terkait pengendalian LP2B ini, Pemkab Grobogan membentuk Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD). Di antara tugas TKPRD ini, salah satunya diawali dengan menganalisa rencana pembangunan dan hal itu menjadi kunci terhadap pengendalian LP2B. (Ag-TJ)