SEMARANG, Mediajateng.net – Tingkat pengangguran terbuka di Jawa Tengah, pada bulan Agustus 2016 mencapai angka 4,63 persen. Tingkatan tersebut mengalami peningkatan sebesar 0,43 persen dibandingkan pada bulan Februari 2016 yang mencapai angka 4,20 persen.

Dengan demikian tingkat pengangguran terbuka di wilayah Jawa Tengah, menurut catatan Badan Pusat Statistik telah mencapai angka 4,63 persen.

“Hingga bulan Agustus 2016, penduduk yang bekerja di Jawa Tengah, masih tetap didominasi oleh mereka yang pendidikan rendah,” demikian penjelasan Erisman, selaku Kepala Bidang Statistik Sosial, Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah.
Detailnya, lanjut Erisman, pekerja dari lulusan perguruan tinggi ke atas hanya sebesar 7,78 persen. Sementara yang berpendidikan SD ke bawah sebesar 8,44 juta pekerja atau sebanyak 51,12 persen.
Penurunan penyerapan tenaga kerja, lebih jauh BPS Jawa Tengah mencatat terjadi terutama di sektor konstruksi, sektor perdagangan, sektor lembaga keuangan, sektor jasa, sektor industri, serta sektor lainnya. Penurunan sebanyak 98 ribu orang terbesar terjadi di sektor konstruksi.
Penerapan upah minimum kabupaten kota di wilayah Jawa Tengah yang diberlakukan naik, tidak menjadi indikator membaiknya keadaan ketenagakerjaan di Jawa Tengah saat ini.
“Belum seluruh sektor usaha melakukan serapan secara maksimal SDM yang ada di wilayah Jawa Tengah,” tutup Erisman. (MJ-036)

Comments are closed.