SEMARANG, Mediajateng.net- Presiden Joko Widodo tetap tidak bergeming menyusul hasil survei beberapa lembaga tingkat nasional terkait elektabilitas suara 2019 mendatang. Disampaikan oleh Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi, sesuai semangat pemerintahan Jokowi untuk selalu kerja, kerja, dan kerja. Maka ketika hasil survei yang diberikan cukup berbeda – beda, hal ini bisa menjadi masukan evaluasi bagi peningkatan kinerja pemerintahan Jokowi – Jusuf Kalla.

“Elektibilitas yang dihasilkan di setiap survei, tidak menjadi konsen penuh saat ini bagi Presiden Jokowi. Konsentrasi Presiden saat ini adalah bagaimana kerja yang dilakukan selama ini dapat meningkatkan taraf kehidupan masyarakat kedepan.” tambah Johan Budi, saat tampil dalam diskusi Transformasi Public Relation di Era Digital Media, Selasa ( 28/11) di Gedung Universitas Dian Nuswantoro
Seperti diketahui dalam sebuah survei nasional Poltracking Indonesia, Joko Widodo dan Prabowo Subianto diprediksi akan bersaing ketat jika keduanya kembali berhadapan langsung pada Pemilu 2019. Pada simulasi dua kandidat, eletabilitas Jokowi disebut unggul dengan 53,2 persen, sedangkan Prabowo 33 persen.

Dalam kinerja pemerintahan, Presiden Jokowi sangat memahami peran dari media sosial yang jauh luar biasa dibandingkan media mainstream yang ada. Untuk memperlihatkan kinerja pemerintah, ditambahkan Johan Budi, sebagai juru bicara kepresidenan harus aktif , menguasai materi, dan tidak boleh bohong.

“Juru Bicara harus mampu mengatasi hoax dan fake news.” tutup Johan mengakhiri kunjungannya di Semarang.