GROBOGAN- mediajateng.netlll

Tidak saja karier yang bagus, Mayor Laut (anr) Haryanto juga dikenal memiliki tradisi unik untuk menghormati orang tuanya.

Pilot helikopter Dolpin milik Basarnas yang menjadi korban kecelakakan udara di Temanggung itu selalu mengelilingi langit di atas dusun Pelemwulung, Desa Pulorejo, Kecamtan Purwodadi sebanyak dua hingga tiga kali.

IMG_20170703_143632

“Mas Haryanto sempat pulang lebaran kemarin. Yang beda, biasanya sempat pulang naik heli, tapi pulang kali ini naik mobil lewat darat. Biasanya sempat naik heli,” ungkap Dwi Irawanto adik tunggal Mayor Laut Pelaut Anumerta Haryanto disela prosesi pemakaman pilot yang meninggal dalam kecelakaan helikopter pada misi kemanusiaan di Temanggung.

Mayor Haryanto, tambah Iwan panggilan adik almarhum, tidak memberi firasat apapun.

“Sama dengan saat lebaran, mas Haryanto pulang silaturahmi dan pulang.
Kabar meninggalnya diterima ketika Iwan sedang persiapan ke kampus di
Universitas Negeri Semarng (Unnes).

“Saya ditelepon ada kecelakakan heli terus saya nusul ke lokasi danternyata kakak sudah dibawa ke rumah sakit,” tambahnya.

Dari pantauan mediajateng.net istri almarhum terus menangis. Kelurga terus menghibur wanita berhijab ping dengan pakaian putih berbunga.

Komandan Lanal Semarang Kolonel Laut (P) Hanarko Jodi Pamungkas, mengungkapkan alumni AAL 2007 dalam karier militernya sangat menonjol. Bahkan, almarhum mendapat kehormatan menerangkan helikopter jenis Dolpin yakni helikopter baru yang dilengkapi dengan teknologi canggih.

“Kariennya sangat baik dan atas kerja keras almarhum negara memberikan jasa kenaikan pangkat dari Kapten Laut menjadi Mayor,” ungkapnya sebelum melepas jenazah. (MJ-505)