SEMARANG, Mediajateng.net – Petugas Satresnarkoba Polrestabes Semarang berhasil menangkap seorang pembesuk tahanan yang nekat memberikan sabu ke temannya yang ada di balik jeruji besi. Pembesuk yang diketahui bernama M. Rizal (23) warga Tambak Aji Semarang itu memberikan paket sabu di  dalam nasi bagkus.

Penangkapan itu terjadi tanggal 15 Oktober 2016 lalu. Saat itu Rizal nekat datang menjenguk temannya bernama Rizki (21) yang ditahan karena kasus narkoba. Padahal saat itu waktu sudah menunjukan pukul 23.30 wib, Penjaga yang curiga, kemudian memeriksa barang bawaan termasuk nasi kucing atau nasi bungkus yang hendak diberikan ke Rizki.

“Untung petugas curiga dan sigap dalam memeriksa bungkusan nasi kucing itu,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji saat gelar kasus di Mapolrestabes Semarang, Senin (24/10)

Setelah dilakukan penggeledahan Oleh petugas ternyata ada paket berisi sabu kurang lebih sekitar 1,65 gram di dalam bungkusan nasi. Selain mengamankan sabu, polisi juga menyita telepon seluler yang digunakan Rizal dan Rizki.

“Menurut pengakuan mereka sudah dua kali menyelelundupkan. Rizki ini sudah ditahan sejak 25 September,” tandasnya.

Sementara itu Rizal mengaku dihubungi dan diminta Rizki untuk mentransfer uang sekaligus mengambil sabu di tempat yang sudah ditentukan. Ia mau melakukannya karena mendapatkan bagian dari sabu yang dibeli.

“Dari menyelundupkan saya dikasih sabu itu sedikit. Uangnya itu dari orangtuanya Rizki,” ujar Rizal.

Rizki ternyata seorang pecandu berat, pria bertubuh Junkist itu meminta uang kepada orang tuanya sebanyak Rp 2 juta dengan alasan mengurus berbagai hal di Lembaga Pemasyarakatan, padahal dia ada di tahanan Polrestabes Semarang. Uang itu itu lah yang digunakan untuk membeli sabu.

“Iya pak, saya minta uang Rp 2 juta ke orangtua bilangnya  buat ngurus di lapas,” aku Rizki.

Rizki nekat meminta tolong temannya dan menipu orangtuanya sendiri. Pernah satu kali aksi tersebut berhasil dan dia mengkonsumsi sabu tanpa bong alias langsung hirup setelah dihaluskan.

Kasat ResNarkoba Polrestabes Semarang, AKBP Sidik Hanafi mengatakan pihaknya dengan tegas memberantas peredaran narkoba. Di kota Semarang diperkirakan perdaran narkoba sudah mulai menurun.

“Tadinya banyak di Semarang, tapi sekarang sepertinya sudah menurun. Kita tangkapin itu. Polrestabes mendapat Rangking pertama dalam pemeberantasan Narkoba di Jawa Tengah dalam 100  hari kerja Kapolri dengan total pengungkapan sebanyak 62 kasus,” Sidik Hanafi. (MJ-303)

Comments are closed.