KEDUNGJATI, Mediajateng.net – Semalam tergerus air, jembatan yang menghubungkan Desa Kalimaru dan Desa Kedungjati, ambrol, Kamis (10/11).
Tidak ada korban jiwa dalam insiden robohnya jembatan yang terjadi sekitar pukul 08.00 wib. Namun, akses jalan antara dua desa sempat terganggu.
Komandan Kodim 0717 Letkol Arh Jan Piter Gurning didampingi Kapten Inf Sunoto, Komandan Koramil 18 Kedungjati, mengungkapkan, jembatan penghubung antara dua desa merupakan akses terpenting bagi warga Karimaro khususnya siswa sekolah dan pedagang yang hendak bertandang ke Kedungjati.
“Jembatan ambrol beberapa saat setelah anak sekolah melintas. Jadi tidak ada korban luka. Hanya fisik lantai jembatan yang lepas dan masuk ke dalam sungai,” ungkapnya.
Jembatan ambrol, imbuh dia, diduga lantaran lantai tanah yang menjadi sandaran jembatan tergerus air.
“Agar orang dan sepeda bisa melintas, sementara lantai jembatan diganti dengan gelugu. Kerjabakti antara warga dan TNI tidak saja mengangkat tapi warga dengan sukarela pohon kelapanya ditebang untuk dijadikan jembatan,” tambahnya.
Pak sujadi Kaur unsur pelaksana Bayan Desa Kalimaro disela mengangkat gelugu bersama Serda Kundori mengungkapkan, cepatnya pembuatan jembatan antara warga dan TNI membuat akses jalan tetap bisa dilewati.
“Kendati hanya bagi yang jalan kaki dan sepeda namun pembuatan jembatan sementara membuat warga tidak harus memutar,” ungkapnya senang.
Sementara itu, banjir yang melanda sebagian wilayah di Kecamatan Tegowanu dan Gubug hingga saat ini masih menyulitkan aktifitas warga.
“Genangan masih ada dan warga masih was-was,” ungkap Wawan, asal Tanggirejo, Tegowanu. (MJ-070)

Comments are closed.