KENDAL, Mediajateng.net- Kontruksi jalan tol Semarang-Batang tidak saja dibangun dengan mengedepankan kelancaran berlalulintas. Namun, keberadaan jembatan kontruksi beton yang didominasi warna merah mencorong juga menjadikan perjalanan lebih nyaman.

Seperti diungkapkan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Polisi Refdi Andri, dari pantauan yang dilakukan di lokasi jembatan menunjukkan saat malam hari jembatan menunjukan pesonanya.

Dalam kunjungan itu pula, Kakorlantas Irjen Refdi yang sebelumnya melakukan perjalanan dari Jakarta dan melanjutkan Jembatan Kalikuto di Jalan Tol Trans Jawa juga memastikan jembatan sudah bisa beroperasi dan dilintasi kendaraan saat arus mudik Hari Raya Natal dan Tahun Baru yang sebentar lagi tiba.

Kondisi ini dilihat dari konstruksi dan kondisi jalan pada jalur yang jadi penghubung di ruas Tol Batang-Semarang, Jawa Tengah, layak dan aman apabila dilewati kendsraan yang pulang ke kampung halamannya.

“Tol baru ini sudah sangat baik terutama dari sisi kelayakan,” kata Refdi di Jembatan Kalikuto.

Refdi menjelaskan dari hasil koordinasi dengan Jasa Marga, Kementerian Perhubungan dan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT), diketahui jalur dapat melayani pemudik yang akan melakukan mudik hari raya Natal.

“Mudah-mudahan saat hari H atau H-1 dengan komunikasi, kami sudah bisa digunakan. Mungkin tanggal 20 Desember atau mungkin 3 hari ke depan,” kata Refdi.

Refdi menyebut jalan Tol Trans Jawa dioperasikan maksimal selama arus mudik serta balik Natal dan Tahun Baru 2019. Ruas jalan bebas hambatan akan dibuka 24 jam penuh.

“Akan dioperasionalkan 24 jam dan anggota kami serta mitra kami semua siap 24 jam,” ujar Refdi.

Nantinya, beberapa ruas jalan Tol Trans Jawa bersifat fungsional dan masih akan digratiskan kepada masyarakat yang melintas. Mengingat, meskipun sudah beroperasi, beberapa jalur Tol Trans Jawa masih dibutuhkan penyempurnaan atau finishing touch.

“Justru itu lah kelayakan ini menjadi tol yang dioperasionalkan pada saatnya itu belum berbayar sampai Semarang. Artinya kelayakan jalan cukup tapi pemerintah memperhatikan kepentingan masyarakat. Sehingga tol yang yang layak operasional belum berbayar,” kata Refdi.mj/505