Semarang-medijateng. net

Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang rencananya akan dilakaksanakan April mendatang, membuat sejumlah sekolah terus melajukan persiapan agar saat pelaksanaan UNBK bisa berjalan dengan lancar.

SMAK N 8 Semarang misalnya, telah mempersiapkan pelaksanaan UNBK dengan menggelar simulasi ujian. Pihak sekolah sendiri optimis dapat memfasilitasi pelaksanaan UNBK. Terlebih ini adalah kali kedua SMK 8 menggelar ujian berbasis komputer.

“ Total ada 366 siswa yang ikut UNBK, kami juga telah menyiapkan delapan ruangan untuk ujian, sehingga fasilitas untuk UNBK sudah sangat memadai,” kata Ardan Sirajudin, Humas SMK N 8 Semarang.

Ia menuturkan jika pihak sekolah setidaknya memiliki 183 unit komputer atau separuh dari jumlah siswa, selain itu pihak sekolah juga telah menyiapkan ada 8 server utama 1 cadangan. Belum lama ini pihak sekolah juga telah mengadakan dua kali simulasi UNBK, sementara simulasi terakhir atau yang ketiga akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Nantinya tiap ruang ujian akan diisi sebanyak 23 siswa, sehingga akan ada dua sesi pelaksanaan UNBK SMK 8 pada tahun ini. Tahun lalu kami sampai tiga sesi, artinya tahun ini ada peningkatan,” imbuhnya.

Untuk menyambut UNBK tahun ini, pihak sekolah sebelumnya juga menambah 72 unit komputer bagi siswanya. Dengan menggunakan sistem UNBK, lanjut dia sangat membantu dan meringankan pihak sekolah dan guru karena nilai kejujurannya lebih tinggi.

Dengan kelengkapan yang dimiliki, pihak sekolah rencananya akan memfasilitasi sekolah lain untuk menginduk dalam dalam pelaksanaan UNBK. Menurutnya pihak SMK 8 telah menyediakan 3 ruangan bagi siswa SMP N10 untuk melaksanakan UNBK.

“Salah satu sekolah yang menginduk adalah SMP N 10 , rencananya akan ada tiga sesi ujian dengan jumlah 245 siswa,” tambahnya.

Pihaknya berharap jika pelaksanaan UNBK bisa berjalan lancar, pasalnya hal yang menjadi ganjalan adalah jika adanya pemadaman listik. Menurut dirinya, walaupun di SMK N 8 memiliki genset, namun proses penghidupan genset membutuhkan waktu sehingga ditakutkan menganggu proses ujian. (MJ-606)

Comments are closed.