DEMAK, Mediajateng.net – Selama tiga hari terhitung sejak Selasa (4/10) – Kamis (6/10), suhu politik di Kabupaten Demak memanas. Pasalnya bakal berlangsung Pilkades serentak di 183 desa.

Berbagai tahapan sudah dilalui oleh para kandidat calon,  mulai masa pendaftaran,  penyampaian visi misi dan kampanye. Masing-masing kandidat calon kades melakukan kampanye dengan berbagai cara untuk menjaring massa pemilih.

Seperti di Desa Dukun, Kecamatan Karangtengah Demak,  ribuan orang mengenakan kaos oblong hitam bertuliskan “Bersama Kita Bersaudara” melakukan long march keliling desa.

Di bawah terik matahari yang menyengat tubuh,  mereka berjalan tiga kilometer sembari mengucap shalawat sebagai bentuk dukungan kepada Sukono dalam kampanye sebagai calon kepala desa setempat.

Sukono memanfaatkan kampanye untuk kegiatan sosial, diantaranya mengunjungi warga desa yang sedang sakit dan warga yang berusia lanjut. “Kami ingin  memberikan contoh kepada warga untuk terlibat dalam membangun desa, salah satunya kegiatan sosial,” kata Sukono, Kamis (6/10)
“Selain itu, warga punya sikap rendah hati, saling menghormati dan toleransi,” ujarnya.

Dirinya juga berkomitmen akan mengentaskan kemiskinan di desanya, yang saat ini ada di angka 5 persen di desa yang mayoritas penduduknya bermatapencarian sebagai petani, buruh pabrik dan pengusaha. “Di desa kami berdiri perusahaan yang bergerak di bidang garment. Ke depan kami akan melakukan MoU supaya tenaga kerja dapat diserap dari warga desa sini. Saat ini baru sekitar lima persen yang sudah bekerja di situ,” lanjutnya.

Terdapat tiga calon kepala desa yang bakal bertarung pada pilkades Desa Dukun yang berpenduduk 5360 jiwa tersebut dengan total suara 3400.

Terpisah,  Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo, pelaksanaan pilkades  serentak di Kabupaten Demak menjadi perhatian serius Polres Demak.

Pihaknya mengimbau agar para kandidat calon kepala desa ikut menjaga suasana kondusif di wilayahnya masing masing. “Kalau ada ancaman ke calon kades atau intimidasi warga, laporkan saya.  Kalau lapor nanti bisa kita proses hukum.  Itu senjata terakhir, kalau bisa dirembug ya dirembug,” kata Heru.

” Jika ada anggota polisi yang tidak netral, atau memihak salah satu calon kades , laporkan saya, ” tegasnya. (MJ-045)

Comments are closed.