SEMARANG, Mediajateng.net – Jelang Pilkada serentak 2017 sejumlah partai politik sudah pasang kuda-kuda. Namun demikian, mendekati tahapan pendaftaran bakal pasangan calon kepala daerah, sejumlah partai politik (parpol) masih menahan diri untuk mengumumkan calon yang akan diusung.
Mereka memilih untuk mengumumkannya di akhir masa pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sebagaimana diungkapkan Koordinator Desk Pilkada DPW PAN Jateng, Achsin Maruf, saat ini pihaknya masih selalu meningkatkan komunikasi dengan sejumlah parpol untuk mengusung nama yang kini mulai muncul. Dari tujuh daerah di Jateng yang akan menggelar Pilkada 2017, sampai saat ini belum seluruhnya menentukan calon. “Masih ada waktu sekira 20 hari lagi, dan biasanya diumumkan mendekati deadline,” kata Achsin, Selasa (30/8).
Sesuai tahapannya, KPU akan membuka pendaftaran pasangan bakal calon kepala daerah pada 21-23 September 2016. Ini sesuai ketentuan dalam Peraturan KPU nomor 4 tahun 2016.
Selain itu, Achsin juga menjelaskan bahwa kendala saat ini yang dihadapi adalah faktor calon dan koalisi parpol. Mengingat tidak semua daerah, PAN memiliki kursi di legislatif. “Kita terus melakukan komunikasi dengan sejumlah nama yang akan diusung dan parpol di daerah,” ujarnya.
Achsin mengungkapkan, dari tujuh daerah, terdapat empat daerah yang sudah ada kejelasan dukungan, yaitu Jepara, Banjarnegara, Salatiga, dan Cilacap. Adapun Banjarnegara akan menjadi prioritas karena Ketua DPW PAN Jateng Wahyu Kristianto mencalonkan diri. “Di Banjarnegara ini juga masih nunggu rekomendasi dari PDIP,” ujarnya.
Di Jepara, DPW PAN Jateng sudah mengusulkan ke DPP untuk diberikan rekomendasi ke Subroto. Alasannya, Subroto termasuk orang pertama yang mendatangi PAN untuk meminta dukungan, sebelum ke partai lain yaitu Nasdem, Golkar, dan Demokrat.
Selain wilayah tersebut, target selanjutnya adalah Salatiga. Meski tak memiliki kursi di DPRD, PAN sudah memutuskan mendukung Yuliyanto-Muh Haris (Yaris). Saat ini sedang diusulkan ke DPW untuk dimintakan rekomendasi ke DPP.
Selain itu, persoalan dilematis justru hadir pada pilkada di Cilacap. Awalnya PAN sudah mendukung Tatto Suwarto Pamuji (incumbent), namun dengan mundurnya Tatto dari kursi panas calon kepala daerah, yan kemudian mengajukan istrinya bakal menjadi catatan tersendiri. “Padahal rekomendasi sudah ada. Jadi karena yang diajukan istrinya, sekarang belum jelas, masih dilakukan survei lagi,” katanya.
Sedangkan Brebes, Batang, dan Pati, pihaknya masih melakukan komunikasi dengan sejumlah parpol. Jika sampai batas akhir ternyata tak mendapatkan calon, maka nantinya akan mendukung calon yang mendapat suara mayoritas. “Potesi calon berubah masih ada. Termasuk menghitung kekuatan lawan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris DPW PKS Jateng, Ikhsan Mustofa mengungkapkan, dari tujuh daerah yang sudah pasti mengusung calon adalah di Salatiga dan Jepara. Bahkan di Salatiga dalam waktu dekat akan melakukan deklarasi ke pasangan Yaris, karena rekomendasi DPP sudah turun. “Kalau daerah lainnya masih dalam proses komunikasi untuk membangun koalisi,” ujarnya.
Ketua KPU Jateng, Joko Purnomo mengatakan, pihaknya saat ini masih menggelar rapat kerja (raker) untuk menyiapkan pelaksanaan pemutakhiran data, pengumuman dan pendaftaran pasangan calon, serta pemeriksaan kesehatan para bakal calon. “Untuk kesehatan, nanti kita melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Himpunan Psikolog,” katanya. (MJ-058)

Comments are closed.