DEMAK, Mediajateng.net – Pilkada Jateng tidak lama lagi digelar, namun di Demak masih banyak warga yang belum mengetahui gelaran pesta demokrasi yang digelar pada 27 Juni mendatang.

Khoirul Saleh, Ketua Panwas Kabupaten Demak mengatakan, sesuai Perpu UU nomor 7 tahun 2007, bahwa penguatan partisipasi masyarakat, dalam menggunakan hak pilihnya pada Pilgub Jateng perlu dilakukan di semua lini dan elemen masyarakat.

Sosialisasi itu hal mutlak yang wajib dilaksanakan dalam gelaran Pilgub Jateng, untuk mengantisipasi rendahnya tingkat partisipasi pemilih alias golput.

“Bukan hanya mengawasi saja, kami ajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mensosialisasikan Pilgub Jateng. Siapapun itu boleh ikut sosialisasi gawe besar warga Jateng ini, termasuk kepala desa,” kata Khoirul, seusai Sosialisasi Pengawasan Bagi Kepala Desa Pada Pilgub Jateng 2018, kemarin.

Acara yang berlangsung di hotel Amantis Demak tersebut dihadiri oleh kepala desa se-Kabupaten Demak.

Selain itu, hadir pula, Sekda Demak, Singgih Setyono, Komisioner Panwas Demak, Lispiatun dan Ulin Nuha serta
Kabag Operasional Polres Demak, Kompol Sutomo.

Menurut Khoirul, rendahnya partisipasi masyarakat menggunakan hak pilihnya, disebabkan karena kurang sosialisasi dan kurang mengenal para calon yang ikut bursa pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jateng.

Sebagai tokoh masyarakat, kepala desa merupakan sosok yang dituakan di desa sehingga segala petuah dan arahannya banyak dijadikan panutan dan tauladan bagi warganya.

“Kami berharap kepala desa ikut membantu pengawasan dan sosialisasi Pilkada Jateng. Peran aktif kades ini, tentunya ikut mensukseskan pemilu dan membangun terciptanya kehidupan sosial politik yang harmonis,” terangnya.

Pilgub Jateng sendiri diikuti oleh dua kandidat calon, yakni pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin dan pasangan
Sudirman Said-Ida Fauziah.

Penyakit demokrasi, sambung Khoirul, ada dua macam, Demogog yakni pemimpin itu hanya pandai berorasi dan membangun citra untuk dirinya (pencitraan) tapi tidak memikirkan rakyatnya.

Kemudian penyakit lainnya, Narsisme, yakni tipikal orang yang hanya memuji dirinya sendiri dan mereka tidak mau menerima masukan maupun kritikan pihaknlainnya.

“Warga Jateng , khususnya warga Demak, jangan memilih tipikal pemimpin seperti itu. Pilihlah yang terbaik dari dua paslon yang bertarung pada pilgub Jateng ini, yang keduanya
memang sudah baik,” ucapnya.

Sementara itu, Sugondo, Kepala Desa Berahan Kulon, Kecamatan Wedung, mengapresiasi dan mendukung acara sosialisasi yang digagas oleh Panwas Kabupaten Demak.

Menurutnya, sosialisasi bagi kades sangat penting, terlebih selama ini belum ada sosialisasi terkait Pilgub Jateng untuk kepala desa.

“Jelas kami sangat mendukung sekali, ini baru pertama kali kades diajak sosialisasi. Dan baru Panwas Demak saja,” katanya.

Pihak desa, nantinya akan segera melakukan sosialisasi ke warga, baik melalui musyawarah desa, ke kelompok tani, perkumpulan RT dan RW serta karangtaruna.

“Kita nanti akan menyebar dan memasang pamlet juga, bahannya dari Panwas Demak,” ucapnya.