SEMARANG, Mediajateng.net, – Sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) yang tergabung dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Semarang menggelar bedah visi misi para kandidat, di Bale Diva Semarang, Kamis (28/11).

Acara tersebut mengundang tiga kandidat yakni Aditya Pratomo (mantan Ketua Hipmi Kota Semarang), Sugeng Hadianto (wakil Ketua KNPI) dan Arif Rahman (Sekretaris KNPI). Dikarenakan yang hadir hanya  salah satu calon sehingga semula acaranya adalah debat kandidat, diganti dengan bedah visi-misi.

Bedah visi-misi tersebut digelar dalam rangka menjelang Musyawarah Kota Muskot KNPI Kota Semarang, yang akan digelar pada Jumat (29/11) besok.

Terkait hal itu, Ketua PP Muhammadiyah Kota Semarang, AM Jumai mengatakan, pihaknya mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh OKP tersebut. Dimana dalam kegiatan bedah visi-misi itu dapat terlihat kualitas dari masing-masing kandidat ketua KNPI.

“Kami memberikan apresiasi kepada OKP yang mau menyelenggarakan kegiatan bedah visi-misi calon Ketua KNPI ini. Kegiatan ini membuktikan bahwa KNPI Kota Semarang sebagai organisasi kepemudaan memiliki gagasan dan idealisme yang dapat dirasakan oleh organisasi kepemudaan yang tergabung didalam KNPI,” katanya.

Lebih lanjut, Jumai mengungkapkan, kegiatan bedah visi-misi tersebut juga merupakan awal yang baik untuk dapat diterapkan dikemudian hari.

“Meski hanya satu calon saja yang hadir kami memaklumi, karena memang persiapan sangat mendadak,” tambahnya.

Ditempat lain, menanggapi bedah visi-misi yang digelar oleh OKP tersebut, Ketua KNPI Kota Semarang, Choirul Awaludin mengatakan, bedah visi-misi sebaiknya diselenggarakan oleh pihak yang netral seperti media massa atau panitia muskot itu sendiri.

“Ini penting dilakukan untuk menghidari keberpihakan dalam debat. Karena masing-masing calon ketua akan menyampaikan visi-misi mereka,” katanya.

Lebih lanjut Awaludin mengungkapkan, debat kandidat dapat menjadi ajang yang penting bagi para kandidat calon ketua dalam rangka menyampaikan visi-misi mereka kepada para OKP dan masyarakat.

“Sebenarnya kami jauh-jauh hari sudah menawarkan agenda debat kandidat. Intinya kami mempersilahkan OKP untuk menggelar debat kandidat, namun alangkah baiknya yang menyelenggarakan kegiatan tersebut merupakan lembaga independent sehingga netral,” ungkapnya.

Para panelis yang dihadirkan, lanjut Awaludin, harusnya juga berasal dari unsur KNPI Tingkat Kota, Provinsi dan tokoh kepemudaan di Kota Semarang.

“Jika bedah visi-misi itu digelar digelar di café atau restoran, hanya mereka saja yang hadir yang dapat mendengarkan secara langsung visi-misi dari masing-masing kandidat,” tambahnya. (ot/mj)