DEMAK, Mediajateng.net – Menjelang Hari Santri , Kantor Kemenag Demak menggelar lomba

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Demak.

Pada tahun ini, MTQ diikuti oleh 481 santri yang terdiri dari para pelajar mulai MI hingga SMA dan SMK serta umum.

Kepala Kemenag Kabupaten Demak Muhaimin, mengatakan, MTQ yang merupakan agenda tahunan tersebut, bertujuan untuk mendorong program Pemerintah Kabupaten Demak ‘Maghrib Matikan TV Ayo Mengaji” serta ikhtiar bersama dalam meningkatkan pengetahuan, penghayatan dan pengalaman Al Quran di lingkungan keluarga serta masyarakat Demak pada umumnya.

”Melalui MTQ ini, diharapkan dapat menjaring bibit bibit generasi Qur’ani yang unggul. Generasi milenial berakhlakul karimah,” kata Muahimin, Rabu (16/10/2019).

Sebanyak 16 cabang yang dilombakan pada MTQ kali ini, diantarnya tartil, tilawah dan tahfidz. Acara dilaksanakan di Kompleks Islamic Centre Demak,, selama sehari penuh. Mereka yang tampil sebagai juara, nantinya akan mewakili Kabupaten Demak di tingkat provinsi.

“Para peserta yang muncul sebagai juara akan kita lakukan pembinaan untuk menambah kualitasnya, agar mampu bicara di tingkat provinsi,” ujarnya.

MTQ tingkat kabupaten Demak Tahun 2019 yang mengusung tema “Semangat MTQ Menyatukan Langkah Membangun Generasi Qur’ani Menuju Indonesia yang Lebih Baik” dibuka langsung oleh Bupati Demak M Natsir.

Bupati Natsir berharap Kabupaten Demak bisa mewakili Provinsi Jawa Tengah untuk maju ke tingkat nasional.

“Kabupaten Demak harus menjadi sumbernya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Tahfidz. Cintai Al Qur’an. Kita buktikan bahwa warga Demak cinta Al Qur’an,” katanya.

Natsir menghimbau agar generasi muda bisa menjadikan nilai yang terkandung dalam Al Qur’an sebagai pedoman hidup dan pencerahan dalam setiap langkah.

“Jika hal tersebut diaplikasikan oleh setiap generasi muda, saya yakin tidak akan ada perpecahan,” ujar Natsir.

Bupati Natsir berpesan kepada seluruh peserta , bahwa sebagai masyarakat Demak, harus mampu mensinergikan dan mengaplikasikan dengan baik antara Imtaq dan Iptek.

“Dengan demikian, akan tercipta masyarakat yang tidak hanya cerdas dan pintar menguasai Iptek, tetapi juga generasi yang berjiwa qurani yang selalu menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup,” tutupnya.