SEMARANG, Mediajateng.net – Menjadi tuan rumah ajang olahraga terbesar se Asia bukanlah perkara mudah. Memperoleh kesempatan emas tersebut membuat Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi berharap dukungan seluruh masyarakat Indonesia.

Jakarta dan Palembang ditunjuk menjadi pusat penyelenggaraan pesta olahraga se Asia, Asian Games XVIII pada 18 Agustus – 2 September.

Imam Nahrawi menjelaskan meski bertindak sebagai tuan rumah, target perolehan medali Indonesia dalam ajang Asian Games belum ditentukan. Menurutnya, target awal adalah masuk posisi 10 besar.

“Belum, target perolehan medali baru kami tetapkan Juni,” ujarnya usai memberi orasi ilmiah dalam Dies Natalis Ke-48 UIN Walisongo di Semarang, Jumat (6/4).

Hal sama pun berlaku untuk cabang olahraga andalan yang berpotensi menyumbang medali emas, bulutangkis misalnya.

Menyinggung soal venue dan infrastruktur Asian Games di Jakarta dan Palembang, Imam optimistis akan selesai pada akhir April ini.

“H -100 semua sudah beres, semua venue sudah bisa digunakan. Kalau saat ini memang masih ada beberapa bagian kecil yang belum selesai, tapi akhir April beres semua,” ujarnya.

Selesainya venue H-100 Asian Games 2018 itu sesuai dengan permintaan panitia pelaksana atau INASGOC.

Imam pun berharap dukungan dan partisipasi masyarakat Indonesia dalam Asian Games. Tujuannya, agar atlet tampil maksimal di setiap cabang olahraga (cabor). Untuk cabor bulutangkis misalnya, para atlet harus didukung penuh dari segenap bangsa Indonesia. Sedangkan para atlet pencak silat juga sudah menjalani try out.

Ia menerangkan penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang menjadi hajatan besar bagi bangsa Indonesia.

“Kita gerakan seluruh hati dan pikiran masyarakat untuk berpartisipasi penuh di Asian Games. Sebab, ini hajat besar bangsa Indonesia. Juni mendatang akan diumumkan berapa banyak medali yang jadi target perolehan kita,” tandasnya.