KENDAL, Mediajateng.net – Gubernur Jawa Tengah nonaktif, Ganjar Pranowo mengecek pembangunan Jalan Tol Semarang-Batang, Senin (4/6/2018) siang. Satu jalur tol akan dibuka secara fungsional untuk melayani pemudik sejak H-7 lebaran.

Iringan mobil rombongan Ganjar mengawali perjalanan masuk Simpang Susun Krapyak. Pria asal Karanganyar itu menyusuri seksi pengerjaan dari tahap 1 hingga 4 (Weleri-Batang).

Dari pengamatan, baru satu jalur tol yang dibuka. Rencananya pada H-7 jalur akan dibuka untuk arus mudik dari Barat ke Timur. Sedangkan pascalebaran jalur dibuka untuk arus balik dari Timur ke Barat.

Ganjar menyoroti soal penerangan jalan dalam tol. Pada beberapa titik yang masih terdapat pengerjaan dan agak rawan telah dipasang lampu halogen 100 watt setiap 100 meter.

Namun sebagian besar jalur masih gelap. Pemudik hanya diberikan tanda lintasan berupa tongkat bambu yang ditempeli sticker yang disebut Tolo-tolo.

“Bagi para pemudik, karena belum ada penerangan, kita mau pakai tolo-tolo yang ditempeli scotlight. Sehingga tetap harus hati-hati, jangan ngebut. Di sini kecepatan maksimal yang dianjurkan hanya 40 kilometer per jam,” kata Calon Gubernur Jawa Tengah nomor urut 1 itu.

Ganjar memantau persiapan tol hingga Jembatan Kalikuto di Weleri Kendal. Hingga hari ini jembatan tersebut belum jadi. Direncanakan jembatan yang menjadi perbatasan Batang dan Kendal itu baru bisa dilalui pada H-2.

Maka sebelum H-2, pemudik dari Jakarta yang melalui tol CIkampek Palimanan akan dapat melanjutkan perjalann hingga tol Brebes-Pemalang-Batang. Hanya saja ketika sampai Gringsing, Batang, pemudik akan diarahkan keluar tol dahulu menuju jalur pantura.

Pemudik akan masuk lagi tol Batang-Semarang di pintu masuk Weleri Kendal.

“Kalau H-2 sudah bisa melalui jembatan ini, tidak perlu keluar masuk. Dari jakarta lewat tol terus sampai Semarang,” kata Ganjar.

Sejumlah fasilitas pemudik sudah mulai berdiri di jalur tol. Sepanjang Semarang Batang disiapkan lima rest area. Kemudian tiap 10 kilometer juga disediakan depo BBM.

Dengan berfungsinya tol, alumnus UGM itu memperkirakan tidak akan ada kemacetan di jalur pantura. “Kecuali yang lewat pantura ya mungkin akan tersendat sedikit di pasar tumpah, putaran u turn, dan antrean di SPBU, lainnya relatif lancar,” katanya.

Namun Ganjar tetap meminta patroli kepolisian dan dinas perhubungan tidak dikendurkan. Sedikitnya ia meminta dua helikopter dan sejumlah mobil patroli di jalur tol dan pantura yang beroperasi tiap hari.

General Manager Teknik PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), Suprapti mengimbuhkan jembatan Kalikuto baru bisa digunakan H-2 Lebaran.

Para pemudik dari Jakarta, kata perempuan berkerudung itu, yang hendak masuk Kendal (dari Batang) akan diarahkan ke Underpass Gringsing masuk exit Weleri lanjut ke tol Kendal.