Pekalongan – mediajateng.net

Menjelang datangnya arus mudik lebaran 2017, Polres Pekalongan mulai melakukan sejumlah persiapan. Diantaranya melakukan pengecekan terhadap sejumlah fasilitas publik seperti rangkaian rel kereta api.

Seperti yang dilakukan Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan yang memimpin langsung jalannya pengecekan rel kereta api. Senin (12/6/2017)

Pengecekan dilakukan oleh gabungan anggota Sat Sabhara dan Sat Lantas Polres Pekalongan dengan melakukan penyisiran rel kereta api. Sejumlah sambungan rel dan beberapa komponen yang menunjang perjalanan kereta api tak luput dari perhatian petugas.

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, mengatakan bahwa berdasarkan catatan sedikitnya ada 14 titik perlintasan KA yang belum memiliki pintu perlintasan. Perlintasan itu, tersebar di sejumlah kecamatan. Yakni kecamatan Wiradesa, Siwalan dan Sragi.

“Perlintasan tanpa palang pintu ini sangat membahayakan. Sebab, bisa mengakibatkan kecelakaan, seharusnya menjelang lebaran ini pihak terkait segera menambah palang perlintasan tersebut. Supaya, ketika kereta lewat kendaraan lain yang akan melintasinya bisa berhenti. Dengan begitu, kehadiran palang pintu itu bisa meminimalisasi kecelakaan”, Ujar mantan KabagOps Polrestabes Semarang

Wawan menambahkan bahwa Polres Pekalongan akan bekerja sama dengan instansi terkait baik dari PT KAI dan Pemerintah kabupaten Pekalongan guna untuk menyiapkan petugas khusus diperlintasan tak berpintu, supaya arus lalu lintas kereta tak terganggu oleh mobilitas warga, Ungkap Wawan

Teroisah Kasat Lantas Polres Pekalongan AKP Muhammad Alan Haikel, menyampaikan bahwa dari sebanyak 14 titik perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu di wilayah Kabupaten Pekalongan nantinya akan dijaga oleh dua petugas linmas (perlindungan masyarakat) selama 24 jam. Langkah itu untuk menjamin kenyamanan pemudik sekaligus menciptakan suasana kondusif selama arus mudik dan balik Lebaran 2017.

“Nanti akan ada linmas yang berjaga di perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Sedikitnya ada dua linmas di setiap perlintasan tanpa palang pintu, agar bisa bergantian ketika yang satu misalnya sedang ke belakang,” ujar Alan.(MJ-303)