Jebule Pak Wali Duwe Bakat Ngedan

SEMARANG,Mediajateng.net– Dalam kode etik stand up comedy, seseorang tidak boleh marah ketika jadi materi lawakan.Ini menjadi kesempatan bagi budayawan Prie GS ketika didapuk menjadi komika pamungkas gelaran Stand Up Comedy for Journalist besutan Forum Wartawan Pemprov dan DPRD Jawa Tengah (FPWJT) di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Kamis (10/3) malam.

Baru sekian detik berdiri di atas panggung, dia sudah menyentil Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. “Jebule Pak Wali duwe bakat ngedan,” celetuknya yang langsung disambung gelak tawa penonton.

Bagi Prie, Hendi –sapaan akrab Hendrar Prihadi– yang kerap memasang tampang tegas dan bijak, ternyata bisa melawak. Orang nomor satu di Kota Atlas yang dikenal sibuk dengan tugas-tugas pemeritahannya, terbukti punya jiwa humoris.

Sebelum Prie tampil, beberapa komika dadakan seperti Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi, Kepala Humas Pemprov Jateng Sinoeng N Rachmadi, Rektor Udinus Edi Noersasongko, Dirut Marimas Harjanto Halim, dan GM Star Hotel Benk Mintosih, unjuk taji mengocok perut. Duo MC Shinta dan Sarjoe pun tidak kalah bahan memancing gelak tawa penonton yang menjejali ruangan acara.

Rata-rata dari mereka membahas mengenai sisi sisi menarik dari wanita, Kalijodo, banci, hingga PSK menjadi bahan kocakan keduanya. Bahan-bahan guyonan yang menjurus persolan seksual tersebut dikemas begitu rapi. Disampaikan dengan alur notasi khas komika, hingga mencapai klimaks ger-geran.

Ketika Hendi open mic, dia berhasil memposisikan diri sebagai komika. Pengalaman-pengalaman pribadi dijadikannya bahan lawakan. Salah satunya, ketika awal-awal menjabat Wali Kota Semarang, dia mengaku kege-eran saat mengisi acara di sebuah SMA swasta.

“Saya dipanggil-panggil, ‘Pak Wali, Pak Wali’. Terus saya iseng tanya kepada mereka, nama lengkap saya. Mereka jawab Pak Ganjar Pranowo! Wah, saya sudah kege-eran, yang terkenal ternyata Pak Ganjar,” ucapnya.

Pengalaman unik lain terus dilempar Hendi. Seperti aktifitas Twitter-nya yang pernah ditanggapi pedas oleh seorang mahasiswa. “Dia bilang, kapan kerjanya kalau Twitter-an terus?. Saya balik tanya, kamu Twitter-an terus, kapan lulusnya,” bebernya. (MJ09)

Comments are closed.