SEMARANG, Mediajateng.Net- Pemerintah Jawa Tengah harus tetap menggenjot pertumbuhan di sektor ekonomi untuk terus naik di awal tahun 2018 mendatang.

Menurut Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah, Chamim Irfani mengatakan, pemerintah perlu terus mendongkrak pertumbuhan ekonomi dari tiga sektor.

Diantaranya adalah sektor investasi, konsumsi masyarakat, dan sektor ekspor. Diantara ketiganya, yang paling utama adalah meningkatkan sektor investasi karena akan memicu terjadinya peningkatan serapan di sektor tenaga kerja.

“Selain investasi, pemerintah juga perlu mendorong nilai ekspor yang dimiliki Jawa Tengah, menjadi menarik untuk bisa dijual hingga ke mancanegara. Contohnya, tingkat permintaan daging sapi potong secara nasional sangat tinggi. Semestinya ini menjadi peluang bagaimana Jawa Tengah, mampu menyediakan daging sapi potong ketimbang ternak.” jelas Chamim dalam diskusi Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Tengah, untuk Siapa, di gedung NRC Unimus Semarang.

Ketiga sektor tersebut, menurutnya dapat menjadi solusi ketika pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah pada triwulan ketiga ini justru mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama sebelumnya. Pada tahun 2017, pertumbuhan ekonomi menurut catatan Badan Pusat Statistik Jawa Tengah, mencapai 5, 13 persen diatas angka nasional sebesar 5,06 persen.
Meski demikian, pertumbuhan tersebut justru turun dibandingkan periode yang sama sebelumnya, yang mencapai angka 5,28 persen.

“Target penerimaan pendapatan asli daerah menjadi tidak terlampaui sehingga belanja daerah pun menjadi berkurang. Selama ini PAD terbesar di Jawa Tengah masih didukung dari sektor penerimaan pajak kendaraan bermotor.” kata Chamim

Sehingga tidak salah, apabila masyarakat sampai saat ini masih mempertanyakan kemana larinya pertumbuhan ekonomi yang selama ini didapatkan pemerintah.