Sejumlah pegawai BPS Diajarkan Survai Rasa. Foto : Tri Agung

GROBOGAN, Mediajateng.net- Tidak saja melakukan survai kenaikan harga yang bisa berdampak pada inflasi di Kabupaten Grobogan.

Badan pusat stastitik (BPS) kabupaten Grobogan juga dilatih untuk mensurvai rasa masakan. Tidak saja satu, namun karyawan BPS dilatih meneraskan delapan jenis makanan.

Tidak tanggung-tanggung, pelatihan dilakukan oleh juru masak yang biasa menghidangkan makanan bagi tamu di Hotel Kyriad Grandmaster, Purwodadi.

Bukan untuk melakukan survai fluktuasi rasa, namun sang koky memperkenalkan beberapa menu sajian andalannya kepada rekanannya yakni perusahaan dan instansi pemerintahan yang ada di Kabupaten Grobogan.

Setelah sebelumnya, PT Pungkook Grobogan didatangi, Selasa (12/2/2019), Badan Pusat Statistik (BPS) Grobogan disambanginya dengan mengenalkan delapan menu andalan hotel yang terletak di Jalan Gajahmada Purwodadi tersebut.

Melalui pogram yang dinamakan “Icip-icip Menu Baru” tersebut, delapan menu baru diperkenalkan diantaranya nasi goreng naga.

Dimana, nasi goreng ini berbeda seperti nasi goreng lainnya. Jika nasi goreng biasa menggunakan bumbu utama cabe, nasi goreng ini menggunakan campuran buah naga di dalamnya sehingga berwarna merah muda.

Selain itu juga diperkenalkan steam boat ala Hotel Kyriad Purwodadi. Dimana di dalamnya diisi aneka sayur mayur, lauk dengan bahan dasar daging sapi, ikan dan ayam, juga kuah kaldu dan tom yang.

Lina, manajer penjualan dan pemasaran mengatakan, kegiatan ini sengaja dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kualitas dari menu yang dibuatnya tersebut.

‘’Kami ingin mendengarkan komentar dari masyarakat maupun rekanan yang telah bekerjasama selama ini. Dari situ, kami bisa mengetahui kualitas dari menu makanan kami. Semua komentar yang diberikan nantinya akan kami tampung sebagai bahan evaluasi,” katanya.

Dijelaskan Lina, dari delapan menu yang disajikan, nasi goreng naga merupakan andalan dimilikinya. Nasi goreng tersebut dimasak dengan menggunakan pewarna dari buah naga. Warna yang dihasilkan dan aroma wangi dari buah naga sehingga nasi goreng ini sangat berbeda dari nasi goreng biasanya.

‘’Menu-menu yang kami sajikan ini tidak menggunakan pewarna buatan, pengawet maupun bahan-bahan tidak alami lainnya. Kami seluruhnya menggunakan bahan alami agar memberikan cita rasa yang asli dan mengajak masyarakat untuk hidup sehat,” tambah Lina.

Seluruh masukan dan komentar dari kegiatan ini menjadi bahan evaluasi. Termasuk, adanya usulan untuk membuat menu baru atau masukan yang menjadi inspirasi agar lebih inovatif.

‘’Di sini nanti, kami akan meminta komentar-komentarnya. Mungkin juga mereka memberi masukan terkait menu lainnya. Kami akan terus berinovasi membuat menu-menu baru untuk menarik minat masyarakat,” pungkasnya. (Ag-Mj)