SEMARANG, Mediajateng.net, – Perumda BPR Bank Pasar Kota Semarang siap membuka cabang dan berekspansi ke luar Jawa Tengah. Hal ini dilakukan menyusul berubahnya status Bank Pasar menjadi Perumda. Dimana berdasarkan UU Nomor 23/2014 tentang pemerintah daerah, status badan hukum Perusda yang didirikan berdasarkan UU No 5/1962 harus diganti.

Tentunya dengan berubahnya menjadi Perumda, akan berdampak kepada pembangunan daerah khususnya dalam hal peningkatan peran BUMD. Apalagi peran BUMD saat ini dirasakan semakin penting.

“Karena itu dari Pemkot Semarnag mengharapkan kita untuk berkembang lebih besar khususnya efek pelayanan ke publik jadi lebih baik,” kata Dirut PD BPR Bank Pasar Kota Semarang, Agus Puji K, Kamis (7/11).

Berubahnya menjadi Perumda, tentunya memiliki efek yang positif. Dimana Perumda Bank Pasar sudah diperbolehkan untuk membuka lebih dari 20 cabang.

“Kita tidak menghilangkan pelayanan ke publik. Karena dari pemkot sendiri, kita sebagai Bank BPR milik Pemkot Semarang bisa mengapresiasi dan mensejahterakan program dari Pemkot Semarang berupa Kredit Wibawa,” katanya.

Agus Puji mengatakan, sampai Oktober 2019 ini pihaknya berhasil menyalurkan kredit wibawa sebesar Rp 9 miliar. Dengan plafon, 5 juta tanpa jaminan dan sebaliknya jika melebihi 5 juta harus memakai jaminan.

Terpisah, Kepala Bidang Perkeonomian Pemkot Semarang, Moch Imron mengatakan perubahan status tersebut juga merupakan tuntutan sesuai dengan peraturan pemerintah Nomor 54/2017 tentang BUMD.

“Dimana itu ada beberapa aturan yang harus disesuaikan. Misalnya PDAM sekarang menjadi Perumda, Bank Pasar juga,” ujar Imron. Dikatakannya, meski berubah secara nomenklatur sebenarnya tidak jauh berbeda.

Terkait dengan aset dan kepegawaian, tetap menyesuaikan dengan kondisi yang ada saat ini. “Dengan perubahan menjadi perumda, ekspansi pelayanan yang bisa dilakukan oleh bank pasar akan menjadi lebih luas. Nanti bisa memberikan pinjaman modal untuk para pemilik usaha UMKM,” katanya. (ot/mj)