Istri Siri Seret Suami Kepenjara

0
1279

PEKALONGAN, Mediajateng.net  – Seorang pria yang berprofesi sebagai juru parkir, Purwanto (25) alamat Dukuh Kemranggon, Desa Tanjung Kulon, Kecamatan Kajen diamankan oleh anggota Polsek Kajen.

Penangkapan juru parkir dilakukan lantaran, tersangka mengeluarkan pedang disaat meminta uang. Bukan pada pengguna kendaraan, namun ancaman dengan senjata tajam diarahkan kepada sang istri lantaran tidak diberi uang.

Adapun peristiwa itu terjadi di rumah korban Desa Gandarum, Kecamatan Kajen. Karena mengancam istri sendiri, maka Purwanto menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolsek Kajen dengan dikenakan pasal 2 ayat (1) UU Darurat RI no 12 tahun 1951.

Kasubbag Humas Polres Pekalongan, AKP M Dahyar kepada Mediajateng.net, Sabtu (24/3/18) menjelaskan, pengancaman terjadi sekira pukul 18.30 wib di rumah korban Desa Gandarum, Kecamatan Kajen.

Pengancaman, berawal dari cekcok yang terjadi setelah pelaku yang pulang usai membeli bensin mengancam senjata kepada istrinya. Purwanto yang baru tiba di rumah, langsung masuk rumah untuk mencari FA (20) istri sirihnya. Namun, saat itu FA masih mandi.

“Pelaku memanggil istrinya meminta uang untuk kost supaya tidak tinggal bersama orang tua. Kemudian FA bilang tidak punya uang karena tidak bekerja,” katanya.

Namun mendengar jawaban istrinya, pelaku kemudian menarik pedang kecil atau sigaem yang tak jauh dari lokasi. Melihat senjata tersebut, FA langsung berteriak dan berlari keluar rumah dan meminta pertolongan warga.

“Atas kejadian tersebut diatas dari keluarga FA melaporkan ke Polsek Kajen dan kemudian petugas dari Polsek Kajen mengamankan pelaku yang selanjutnya membawa ke Polsek Kajen guna penyidikan lebih lanjut,” terangnya.

Dari lokasi, lanjut Kasubbag Humas anggota membawa barang bukti berupa pedang kecil /sigaem warna hitam silver panjang 48,5 cm dengan satu buah sarung pedang.

Untuk itu, guna mempertanggungjawabkan perbuatanya, pelaku dikenakan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat RI No.12 tahun 1951 tentang tanpa hak membawa atau memiliki atau menguasai senjata tajam. Sedangkan ancaman hukuman 10 tahun penjara.(505-MJ)