DEMAK, Mediajateng.net – Bidan di seluruh Kabupaten Demak secara serentak menyatakan kesiapannya untuk turut andil dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak di wilayah Demak.

Hal itu dilakukan saat pertemuan koordinasi program Jampersal Dinas Kesehatan Kabupaten Demak tahun 2018 di Pendopo Kabupaten Demak, Selasa (20/2).

Sekretaris Daerah Kabupaten Demak dr. singgih Setyono, M.Kes saat memberikan motivasi kepada 350 bidan mengatakan bahwa Bidan harus fokus pada tugas pokok dan fungsinya sebagai seorang bidan.

“Kalau kerjanya fokus pasti penurunan AKI dan AKB bisa diraih,” imbuhnya.

Ia juga menambahkan bahwa modal utama untuk menurunkan AKI dan AKB sama dengan cara meraih kesejahteraan.

“Ada empat modal utama yaitu, penampilan, ketrampilan, pelayanan dan attitude,” tegasnya.

Selain itu, Singgih juga berpesan agar bidan menghindari sikap malas, menunda pekerjaan dan masuk ke zona nyaman.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Guvrin Heru Putranto, SKM menegaskan bahwa kesiapan tersebut tidak hanya di mulut saja tetapi harus dibuktikan dengan cara melakukan lima hal.

“Ada 5 indikator yang harus dipenuhi oleh seorang bidan yang siap turunkan angka kematian ibu dan bayi. Yaitu, responsibility, disiplin melaporkan dan mengunjungi, tanggung jawab kepada keselamatan pasian, jujur dalam memberikan laporan, serta integritas,” lanjut Guvrin.

Sementara, Kasi Kesehatan keluarga Ibu dan Anak dan Gizi Asih Ariani, S.SiT, M.Kes selaku ketua pelaksana program menjelaskan bahwa ada 14 kasus kematian Ibu di Kabupaten Demak pada tahun 2017 sedangkan total kematian bayi per februari 2018 ada 11 kasus.

“ini merupakan angka yang relatif tinggi, itulah kenapa kita adakan kegiatan semacam ini,” lanjutnya.
Ia berharap ke depan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) mengalami penurunan.