SEMARANG,MediaJateng.net – Ringankan beban empat korban yang terseret arus sungai dalam insiden yang berbeda, Pemerintah Kota Semarang akan segera kirimkan bantuan kepada keluarga korban.

Dihubungi Melalui pesan singkat, Walikota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban yang ditinggalkan.

Kabar tewasnya warga Semarang baik di Tinjomoyo dan Kali Beringin, merupakan insiden banjir pertama yang terjadi di tahun 2016. Karenanya, kabar tersebut sangat mengejutkan pemerintah kota. “Kita sangat prihatin dan sampaikan duka mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga insiden ini tidak terulang,” ungkap Hendi, sapaan Walikota, ketika dihubungi Mediajateng.net, Sabtu (5/3).

Keterkejutan kami salah satunya disebabkan insiden tersebut terjadi di kawasan wisata yang saat ini sudah jarang dikunjungi paska pemindahan lokasi bonbin ke Mangkang.

“Segera kita kirim bantuan ke keluarga,” imbuh Hendi.

insiden 3 orang yang terhanyut terjadi Kamis (3/3) dan baru terselesaikan proses pencariannya pada Jumat (4/3) ternyata juga terjadi di Mangkang. Dimana, seorang nenek terseret arus sungai Beringin yang mendapat kiriman air dari sejumlah kawasan perumahan di sisi atas kota Semarang.

Hendi juga berpesan, air bah di sejumlah sungai di Kota Semarang yang berada di kota bawah setiap saat bisa terjadi. Karenanya warga dihimbau waspada saat berada di sekitar aliran sungai maupun yang tinggal disekitar sungai.

Pasalnya, biarpun Kota Semarang tidak hujan, bisa saja air dengan jumlah besar mengalir di sungai seperti Tinjomoyo saat daerah atas Hujan deras.(Mj070)

95577 KOMENTAR

Comments are closed.