GROBOGAN, Mediajateng.net – Kreasi hasil olahan jagung, tidak saja menjadikan kesibukan bagi ibu-ibu bertambah, namun juga memberi pemasukan bagi keluarga.

Purminah, salahsatu pengolah turunan jagung mengaku, pengolahan jagung menjadi bahan jadi lebih meningkatkan nilai jual jagung yang selama ini cenderung turun ketika terjadi panen raya. Di Grobogan, pengolahan nasi jagung dan turunannya telah berhasil dikembangkan oleh lima kelompok usaha hasil binaan Dinas Ketahanan Pangan. “Hasil turunan olahan jagung berhasil diolah menjadi eggroll, kue kering, mie, stik, nastar keju, kue bawang, choco chips, castangel dan bolu kering,” ungkapnya.

Produk yang dihasilkan, tambah dia, merupakan hasil olahan khas dari Kabupaten Grobogan untuk menjaga kesehatan bangsa. “Ini merupakan produk khas Kabupaten Grobogan yang sudah didaftarkan BPOM dan bersertifikat halal,” tambahnya.

Ambarwati anggota Kelompok Wanita Tani menambahkan, nama rasteja merupakan brand yang dihasilakan oleh Badan Ketahanan Pangan (BKP). Dimana, beras diproduksi oleh beberapa kelompok Usaha Kedil Menengan. “Ada dari KUB Maju Jaya, KWT Maju Jaya, KWT Murih Santoso dan KWT Ngudi Hati,” tambahnya. (MJ-070)

28 KOMENTAR

Comments are closed.