SEMARANG, Mediajateng.net – Identitas perempuan yang ditemukan tewas  di sungai Banjir Kanal Barat akhirnya terkuak, setelah salah satu kelurga korban mendatangi kamar mayat RSUP Dr Kariyadi Semarang untuk mencocokan identitas.

Korban diketahui bernama Sri Rejeki (51), warga Jl Lemah Gempal IV A/ 40 Rt.06 Rw.4, Bulustalan, Semarang Selatan, kota Semarang. Dari keterangan Kapolsek Semarang Selatan Kompol Sapari menuturkan penemuan korban itu berawal dari seorang saksi bernama Sugiyanto (57), Kwasen Rejo RT 004/004 Pongangan, Gununpati yang saat itu sedang memancing ikan pada hari Kamis (17/11) sekira pukul 06.30 wib.

“Saat saksi melempar joran, tanpa sengaja menyangkut baju korban, saat itu juga saksi langsung menarik joran tapi senarnya putus. Oleh saksi kemudian memakai Joran untuk menepikan mayat tersebut,” ungkap Sapari saat dihubungi melalui pesan WA.

Selanjutnya oleh Sugiyanto penemuan jenazah di sungai ini langsung di laporkan kepada Polisi.

Sementara itu dari keterangan beberapa tetangga diperoleh informasi bahwa Sri Rejeki ini beberapa waktu lalu baru saja opname di Rumah Sakit terkait penyakit jantung dan ginjal yang diderita korban.

“Baru saja opname di rumah sakit. Sakit jantung dan ginjal. Bu Sri memang akhir akhir ini seperti punya masalah, tapi tidak pernah cerita,” ungkap tetangga korban yang enggan disebut namanya.

Para tetangga juga bercerita bahwa pada pukul 05.30 wib masih melihat korban berjalan menuju arah selatan sendirian. Tidak seperti biasanya setiap jalan pagi selalu ditemani oleh keponakanya

“Biasanya korban ditemani keponakanya dan selalu membawa alat bantu pernafasan,” imbuh tetangga korban.

Dari informasi yang ada juga didapat keterangan bahwa korban sebelum ditemukan tewas di sungai banjir kanal  menulis surat wasiat yang diletakan di meja ruang tamu.

“Intinya korban menulis pembagian warisan kepada anak-anaknya, itu uang hasil pesangon dari tempat kerjanya dulu. Korban juga menuliskan memberikan sebagian uangnya untuk disumbangkan ke Masjid,” terang tetangga korban.

Terpisah kanit identifikasi Polrestabes Sematang Iptu Sawal menegaskan, setalah melakukan pemeriksaan bersama petugas Medis RSUP Kariyadi, dijelaskan bahwa tidak ditemukan tanda bekas penganiayaan,” ungkap sawal.

“Setelah dicocokan dengan foto yang dibawa anaknya ternyata identik, dan jenazah langsung dibawa pulang,” tutupnya. (MJ-303)

Comments are closed.