SEMARANG, Mediajateng.net, – Badan Ekonomi Kreatif (Berkraf) menilai Kota Semarang terpilih masuk nominasi kota kreatif karena ada ‘sesuatu’ yang menarik. Demikian disampaikan Tim Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) Bekraf, Yuliana Rini Dwi Yuliandari saat mengunjungi Kota Semarang, Rabu (12/6).

“Di Semarang kolaborasi aktor pelakunya sudah terbentuk, istilahnya ada komite ekonomi kreatif yang terdiri dari para akademisi, bisnis, perwakilan komunitas, dan dukungan pemerintah. Ini yang membuat Kota Semarang unggul mengalahkan sekitar 32 kabupaten kota lain,” katanya.

Rini menjelaskan, selain kekuatan komite yang menjadi jantung kegiatan ekonomi kreatif di Kota Semarang, dari sisi pemerintah kota juga memiliki awareness dan keinginan kuat untuk mendukung kegiatan ekonomi kreatifnya.

Menurutnya, selain fashion, Pemerintah Kota Semarang juga dinilai sadar adanya potensi (ekonomi kreatif) di Kota Lama yang bisa dijual atau dimonetize. Kemudian dari sisi SDMnya sendiri juga jadi kekuatan utama, serta didukung akademisi perguruan tinggi yang banyak.

“Di Bekraf ada 3 indikator yang jadi tolak ukur kegiatan ekonomi kreatif itu bisa dilihat. Pertama dari peningkatan produk domestik regional bruto (PDRB) daerah, kedua penyerapan tenaga kerja, dan yang ketiga adalah ekspor dari produk sub-sektor ekonomi kreatif,” katanya.

Dijelaskan, masuknya Kota Semarang sebagai kota kreatif adalah hasil dari uji petik yang dilakukan oleh Tim PM3I Bekraf selama tahun 2016-2018. Kota Semarang dinilai unggul dalam mengembangkan sub-sektor fashion sejak tahun 2016. Pertumbuhan sub-sektor fashion di Kota Semarang diperkirakan tumbuh sekitar 20 persen pertahun.

Hal itu berdampak pada terjadinya peningkatan PDRB dan ekspor yang signifikan dalam tiga tahun terakhir. Beragam produk fashion dari Kota Semarang juga berhasil masuk ke pasar ekspor karena memiliki ciri keunikan yang berbeda dengan daerah lain.

“Dari hasil uji petik yang kami lakukan, lalu pertanyaan selanjutnya adalah apa yang harus ditindaklanjutkan? Maka kemudian kita mendorong setiap kabupaten/kota untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan sub-sektor kreatif masing-masing,” pungkas Rini. (ot/mj)