SEMARANG,MediaJateng.net-Polrestabes Semarang masih memiliki tunggakan kasus yang menonjol. Setidaknya ada enam kasus pembunuhan sepanjang 2013-Maret 2016 yang belum terungkap.
Tewasnya Soleh (35), yang ditemukan di depan rumahnya di Gang Garuda, Kebonharjo, Semarang Utara adalah satu di antaranya.

Dia diduga tewas ditembak menggunakan pistol oleh seorang pria tak dikenal, berjaket hitam, (10/10/2013). Lalu, pembunuhan terhadap Dian Dwi Puryani (30), ibu muda yang ditemukan tewas di kawasan bekas hutan Tinjomoyo, Banyumanik
Dalam kondisi terlentang, mulutnya tersumpal celana dalam dan lehernya terikat bra, Selasa (11/11/2014). Kasus lain, pembunuhan terhadap Dahri (40), yang ditemukan di depan toko alat listik di Jalan Setiabudi, Ngesrep, Banyumanik, Semarang, Minggu ( 18/1/2015) sekitar pukul 06.00.

Selanjutnya tewasnya Pooh Vi Bi In Lorencia (50) di rumahnya Puri Anjasmoro Blok H-5, No. 19, Semarang, Selasa (24/3/2015) dan yang terakhir adalah tewasnya Rokimah (55) warga Polaman RT 2 RW 2, Mijen, Kota Semarang, yang ditemukan tewas di rumah saudaranya Sabtu (3/10), hingga saat ini belum ada perkembangan yang signifikan. Saat dikonfirmasi Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Sugiarto mengakui jika ke enam kasus tersebut belum menemui titik terang dan perkembangan yang signifikan dan mengarah kepada Pelaku. “Dari ke enam kasus tersebut beberapa diantaranya mengalami kesulitan identifikasi karena Tempat Kejadian Perkara (TKP) sudah rusak saat petugas datang”, ungkapnya.

Lebih lanjut AKBP Sugiarto menambahkan, pihaknya tetap memprioritaskan enam kasus ini untuk segera diungkap. Ketika disinggung bahwa jajaranya belum dapat mengungkap kasus-kasus di atas karena selama ini dimanjakan oleh teknologi, secara tegas alumni Akpol tahun 1998 ini menampiknya. “Kita bekerja tidak tergantubg teknologi, walau teknologi itu wajib dikuasai, namun scientific identification tetap kita kedepankan”, ujarnya (MJ303)

1 KOMENTAR

Comments are closed.