SEMARANG, mediajateng.net, – Hanya bermodalkan semangat, pengusaha muda asal Kota Semarang ini berhasil berbisnis minyak dan gas. Meski saat itu masih berusia 22 tahun, pria bernama Nova Widjoyo ini mampu memulai sebuah mimpi untuk menjadi orang yang sukses.

Kata-kata mutiara yang selalu diingat dalam menjalani hari-harinya yakni “Jangan Salah Langkah”. Seakan mempengaruhi dalam karirnya, Nova berhasil mengembangkan bisnisnya di PT Dharma Sentanaputra yang berlokasi di Kawasan Industri Terboyo, Kota Semarang.

“Awal merintis tahun 1996, dimana saat itu perusahaan ini bergerak dibidang trasportasi bahan bakar,” Kata pria yang suka menggunakan pecis hitam itu.

Bukan hal mudah bagi seorang Nova Widjoyo bisa meneruskan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang Migas itu. Ia pun sempat mengakui bahwa jatuh bangun dalam menjalankan sebuah usaha. Apalagi saat itu, Nova terbilang masih sangat muda dan belum tahu seluk beluk dunia per Migas-an.

“Saya dulu sangat bandel, tidak pernah memiliki angan-angan untuk menjadi seorang pengusaha seperti ayah saya. Bahkan bisa dibilang saya itu anak yang paling bisa membuat orang tua khawatir karena bandel,” katanya mengenang.

Namun diusia 22 tahun, Ia mulai tertarik di dunia bisnis dan mulai belajar berbisnis dengan memanfaatkan jaringan yang ia punya (teman-teman saat masih dibilang bandel -red).

“Jadi, bisa dibilang saya dulu bandel itu juga ada manfaatnya, bukan berarti saya mengajarkan untuk menjadi anak nakal ya. Namun dari situ saya bisa membentuk sebuah jaringan untuk memulai bisnis. Karena itu saya selalu bilang pada diri saya sendiri untuk tetap berada di jalan yang benar “Jangan Salah Langkah” dalam menjalankan usaha entah bagaimanapun kondisi kita,” ungkapnya.

Disitu Nova pernah mulai mencoba merintis usaha pertamanya yang bergerak dibidang percetakan. Dengan mengandalkan jaringan yang dia miliki, Nova mulai menjalankan percetakan yang Ia rintis.

“Saya mencoba membangun usaha itu, memperkanalkan ke semua orang yang saya kenal. Namun lagi-lagi tidak ada yang mudah, bisnis itu kandas. Saya juga sempat membuat bisnis di bidang lain, jasa penyemprotan pestisida, dan itu juga tidak bertahan lama,” ungkapnya.

Mulai Merintis di Dunia Migas

Usaha demi usaha dilakukan oleh Nova Widjoyo, hingga pada akhirnya ia mulai tertarik untuk terjun benar-benar di usaha industri Minyak dan Gas (Migas).

“Itu juga tidak sengaja saya terjun di Dunia Migas mas, dimana saat itu saya hanya melihat bagaimana almarhum Ayah saya berkecimpung di bisnis migas. Dari situ saya mulai diberikan kepercayaan mempelajari bagaimana operasional sebuah perusahaan yakni PT Dharma Sentanaputra, di tahun 2003,” ungkapnya.

Sempat mengalami keterpurukan di tahun 2007, karena regulasi dari Pemerintah Pusat, bahwa semua perusahaan yang bergerak di bidang migas pada saat itu diwajibkan untuk mengubah skema perusahaan menjadi keagenan (penyalur).

“Jadi di tahun 2007 kami sempat drop, regulasi dari pemerintah itu membuat banyak perusahaan yang berkecimpung di dunia migas tidak siap dan gulung tikar,” ungkapnya.

Namun, regulasi itu justru dimanfaatkan oleh Nova yang saat itu harus mengambil alih managemen untuk membuat perusahaanya kembali berkembang. Dengan mengandalkan peninggalan modal perusahaan yang saat itu sangatlah minim, Nova berhasil melewati masa sulit itu dengan mulus.

“Kemampuan perusahaan saat itu sangat minim dan tidak dimungkinkan untuk mengikuti regulasi itu. Tapi karena saat itu saya masih muda ya, maju sajalah, biar Tuhan yang menentukan nantinya. Hasilnya tahun sulit itu bisa kita lalui, dan hingga saat ini perusahaan ini justru bisa semakin berkembang. Intinya itu tadi “Jangan Salah Langkah”,” ungkap Suami dari Nurhayati Desy itu.

Nova yang sudah menjabat periode ke 2 sebagai Ketua Divisi Industri Marine di Hiswana Migas DPD Jateng DIY mengungkapkan, jaringan dan silaturahmi sangatlah penting untuk membentuk dan menjaga sebuah usaha.

“Bagaimana kita belajar berbisnis, bagaimana kita mencari konsumen, bagaimana kita merawat konsumen, itu semua saya belajar dari jaringan yang saya miliki yaitu teman. Karena itu saya paling suka kalau disuruh main dan ngobrol karena itu salah satu cara kita bersilaturahmi yang baik,” ungkapnya.

Dengan keberhasilan yang ia miliki saat ini, PT Dharma Sentanaputra saat ini memiliki kurang lebih 40 karyawan, dan menyuplai segala kebutuhan bahan bakar minyak untuk industri-industri yang berada di wilayah Jateng dan DIY.

“Roda itu berputar, kita bisa diatas sekarang, mungkin besok kita berada di bawah. Namun yang terpenting itu baik saat kita di atas ataupun kita berada di bawah tujuan kita harus jelas. Jangan sampai salah langkah, karena langkah yang barokah inilah jalan yang kita pilih dan menentukan kita akan sukses atau justru akan hilang,” ungkapnya.

Dengan makin banyaknya persaingan dalam usaha yang sama dan tuntutan jaman dalam usaha, maka mau tidak mau, pria ini harus mengembangkan usaha dalam bidang lainnya meski usaha sebelumnya tetap harus berjalan. (ot/mj)