DEMAK, Mediajateng.net, – Perlindungan terhadap dokter dan tenaga kesehatan yang bertugas di suatu daerah apalagi di daerah konflik, mutlak diperlukan. Demikian disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Daeng M Faqih SH MH, Minggu (13/10), saat bersilaturahmi dengan keluarga dokter Soeko Marsetio di Batursari Demak.

Pernyataan ini penting disampaikan menyusul peristiwa yang dialami dokter Soeko Marsetio yang tewas dalam kerusuhan di Wamena beberapa waktu lalu. Padahal ia sudah mengabdikan diri selama belasan tahun di Papua.

Menurutnya, perlindungan terhadap dokter apalagi yang sedang bertugas, sangatlah mutlak diperlukan. Terlebih mereka bertugas untuk menyelamatkan jiwa manusia.

“Masalah perlindungan dokter ini, kami selalu berkoordinasi serta tidak bosan untuk mengingatkan lembaga terkait, tentang pentingnya menjamin keselamatan tenaga kesehatan terutama dokter di mana pun beliau bertugas,” terangnya.

Dijelaskan, dalam waktu dekat IDI juga akan memberikan penghargaan kepada dr Soeko. Ini terkait dengan pengabdian, kerja keras serta sikap pantang mundur seorang tenaga medis meski di tengah suasana yang kurang kondusif.

“Apa yang dilakukan almarhum ini tidak ada gantinya, pengorbanan beliau tidak tergantikan, beliau meninggal dalam tugas di lini terdepan. Dunia kesehatan berduka kehilangan sosok yang sudah mengabdi 15 tahun di Bumi Papua tersebut,” tukasnya.

Daeng juga menyampaikan rasa duka mendalamnya kepada keluarga korban yang diterima langsung istri dokter Soeko, Ana. Ia berharap, Ana berkenan aktif di organisasi Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) untuk menjalin silaturahmi dan melancarkan komunikasi.

Ia menghimbau kepada seluruh anggota IDI agar menjalin komunikasi dan koordinasi baik dengan masyarakat maupun pemerintah tempatnya bertugas.

“Selalu jalin koordinasi yang baik dengan IDI cabang, masyarakat sekitar, tokoh masyarakat dan pemerintah dimanapun anda bertugas. Jangan segan-segan untuk melapor kepada IDI cabang tempat dokter bertugas, jika ada masalah terjadi,” tandas Daeng.

Ketua Yayasan Inisiatif Sehat Indonesia (Inisias) dr Setya Dipayana SpA menambahkan perlindungan dokter dan tenaga kesehatan menjadi salah satu fokus masalah yang disoroti pihaknya. Yayasannya selalu siap untuk membantu mencarikan solusi tentang masalah krusial semacam ini.

Apalagi kejadian meninggalnya dokter yang sedang bertugas ini, tidak hanya menimpa dokter Soeko. Sebelumnya di Kepulauan Maluku, ada dokter yang meninggal dikarenakan sakit dan kurangnya akses rujukan serta masalah-masalah lain tentang perlindungan dokter.

“Kita semua berharap kejadian dr Soeko Marsetio ini menjadi yang terakhir diantara masalah-masalah buruk tentang perlindungan dokter yang selama ini terjadi,” tutup Setya Dipayana.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Wasekjen PB IDI dr.Pramafitri Adi Patria, Sp.An., dan Ketua IKA MEDICA dr.Cahyono, Sp.OG(K) dan Tim NGOBRASS. (ot/mj)