SEMARANG, Mediajateng.net –  Keluarga Sapari, terduga pelaku pencurian yang tewas dikeroyok warga meminta aparat kepolisian untuk mengusut secara tuntas agar terungkap bagaimana sebenarnya kasus ini.

Usai melakukan takziah anaknya, Musripah (49) yang bertempat tinggal di Jatinegara, Jakarta Timur, dengan didampingi empat kuasa hukumnya Minggu (28/8) siang tadi, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang.

Dari keterangan salah satu Kuasa Hukumnya, Bangkit Mahanantiyo, mengatakan, Sapari diduga mengalami penganiayaan berat hingga mengakibatkan warga Tanggungrejo, Kecamatan Gayamsari, Semarang ini tewas. “Saya meminta kasus ini diusut tuntas oleh pihak kepolisian. Agar apa yang diderita bapak Sapari dapat terpenuhi hak-haknya,” kata Bangkit, usai mendampingi pelapor di Mapolrestabes Semarang, Minggu (28/8).

Terkait tudingan keluarga kliennya yang melakukan pencurian di salah satu rumah warga di Jalan Yabaka Muktiharjo, Pedurungan, Semarang, menurutnya harus dibuktikan terlebih dahulu kebenarannya. “Harus dibuktikan, tidak asal menuduh. Ini negara hukum, ada prosesnya. Tidak boleh main hakim sendiri. Yang jelas kami akan menuntut keadilan,” tegasnya

Diberitakan sebelumnya, salah seorang pria yang diketahui bernama Sapari dipergoki warga saat berada di dalam salah satu rumah di Jalan Yabaka Muktiharjo, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, pada Sabtu (27/8) hari sekira pukul 04.00 WIB.

Pria berumur 30 tahun itu akhirnya tewas setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit. Sapari tewas dengan banyak luka di seluruh tubuhnya akibat dikeroyok warga. (MJ-303)

Comments are closed.