Grobogan, Mediajateng.net – Meskipun hujan deras sudah turun di beberapa daerah di Kabupaten Grobogan, namun kekeringan bertambah luas di beberapa titik. Hingga saat ini, BPBD Grobogan telah menerima permohonan bantuan air bersih sebanyak 89 desa dari 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Grobogan ini.

Hal tersebut disampaikan langsung Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Grobogan Budi Prihantoro. Budi mengatakan meskipun sudah menerima pengajuan permohonan armada, pihaknya masih mendapatkan kendala. Pasalnya, persediaan armada pengangkut air bersih yakni truk tangki masih terbatas jumlahnya.

“Saat ini, BPBD Grobogan hanya memiliki satu truk tangki untuk mengangkut air bersih. Selama ini, kami dibantu PMI yang memiliki satu truk tangki dan tiga truk milik PDAM. Itu pun, jumlahnya masih terbatas. Seandainya lebih banyak, pastinya mobilitas kami dalam memberikan bantuan air bersih bisa lebih cepat,’’ katanya, Kamis (6/9/2018).

Budi mengatakan, setiap hari penyaluran air bersih yang dilakukan BPBD mencapai 9-12 tangki air bersih. Penyaluran bantuan air bersih difokuskan pada desa yang masuk skala berat lebih dulu.

Untuk penyaluran air bersih tersebut, BPBD Grobogan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 175 juta. Dana tersebut saat ini masih mencukupi. Namun, jika dana yang dialokasikan ini habis, pihaknya akan mengajukan penambahan anggaran ke DPPKAD Grobogan.

’’Saat ini masih mencukupi. Jika sudah tak mencukupi, kami akan mengajukan anggaran DPPKAD dengan mengambil dana tak terduga. Selain itu, kami juga menggandeng PMI, Baznas, Pengusaha melalui dana CSR, komunitas, dan instansi-instansi nonpemerintahan untuk membantu penyaluran bantuan air bersih,’’ jelasnya.

Budi menambahkan, dampak kekeringan cukup parah terjadi di beberapa kecamatan. Yakni, Kecamatan Gabus, Geyer, Kradenan, Kedungjati dan Pulokulon. “Di beberapa kecamatan lainnya, sebagian besar masih kategori sedang,” pungkas Budi. (Ag-Mj)