KUDUS,Mediajateng.net -Sekitar seratusan tenaga honorer kategori II (K2) yang berasal dari berbagai kabupaten/kota se-Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Bupati Kudus H. Musthofa, Kamis (18/2). Audiensi ini dilaksanakan di ruang belakang pendopo kabupaten yang juga dihadiri kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait.

Rombongan honorer K2 Jateng ini datang dengan dipimpin ketua honorer K2 Indonesia, Titik Purwaningsih yang kebetulan berasal dari Banjarnegara. Kedatangan mereka ke Kudus karena mendengar di Kudus sudah ada perhatian dan solusi yang diberikan bupati. Yaitu para tenaga honorer ini mendapat gaji standar UMK serta mendapat jaminan kesehatan dan tenaga kerja.

Dalam Sambutannya Musthofa mengatakan Solusi tersebut diambil karena dia sangat prihatin melihat penghasilan honorer K2 yang relatif kecil dan belum tentu diterima setiap bulan.Sebab ada yang menerima tiap tiga bulan bahkan enam bulan sekali.

Hal inilah yang menjadi dasar Musthofa untuk bisa memberikan mereka penghasilan yang layak setidaknya dengan standar upah minimum kabupaten (UMK). ”Ini solusi yang bisa kami berikan untuk saudara-saudara kami honorer K2 di Kudus. Semoga di kabupaten/kota lain bisa merasakan hal serupa,” harap bupati saat audiensi.

Lebih lanjut bupati memaparkan bahwa untuk memberikan kebijakan ini diambil tanpa membebani porsi anggaran yang lain. Sebanyak Rp 6 miliar diberikan kepada 225 honorer K2 Kudus untuk satu tahun. Anggaran ini diambilkan dengan memperbesar porsi BOS tanpa mengurangi operasional untuk siswa.

Mendengar solusi yang diberikan ini, para tenaga honorer K2 se-Jateng ini ingin merasakan hal serupa sebagaimana di Kudus. Karena kebijakan untuk pengangkatan menjadi CPNS merupakan kewenangan pemerintah pusat. Sehingga peningkatan kesejahteraan semacam ini menjadi langkah konkrit yang bisa diambil saat ini.

Lebih lanjut bupati berpesan agar para tenaga honorer K2 ini bisa bekerja dengan baik tanpa terbebani dengan berbagai hal. Bahkan dirinya meminta agar mereka bisa menunjukkan kualitas dan kompetensinya dalam mengabdikan diri untuk masyarakat. Termasuk para guru yang menempati porsi 75 persen dari seluruh honorer K2 yang ada.

”Pesan saya, bekerjalah dengan baik. Tunjukkan kinerja dan pengabdian yang terbaik,” pungkasnya.(M.J080)

Comments are closed.