SEMARANG, Mediajateng.net- Wacana Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandi untuk memindahkan posko pemenangannya dari Jakarta ke Jawa Tengah, hingga membangun posko sampai ke tingkat RT-RW ditanggapi dingin oleh politisi PDI Perjuangan, Hendrar Prihadi.

Ditemui disela-sela kegiatan pembekalan Caleg sekaligus peluncuran 50 Mobil Blusukan Jokowi-Ma’aruf di Kota Semarang, Hendi yang juga menjabat sebagai Wali Kota Semarang itu tak ingin terlalu serius menanggapi perihal statement yang dilontarkan kubu sebelah.

Hendi menilai bahwa statement bagaikan menembak dengan peluru kosong. Dia bahkan menyebutkan jika statement Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono terkait Jawa Tengah yang tidak lagi relevan disebut sebagai ‘kandang banteng’, menunjukan jika kubu Prabowo-Sandi tidak punya data.

“Kan jelas datanya kalau pada tingkat eksekutif dan legislatif di Jawa Tengah mayoritasnya adalah kader PDI Perjuangan. Lagipula kalau sudah tidak dianggap ‘kandang banteng’ kok repot-repot sampai buat posko di sini,” jelas Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang tersebut.

Pengalihan posko menunjukan jika Jateng dianggap perlu perhatian khusus dalan pemenangan okeh kubu sebelah.

“Ini justru membuat teman-teman kader PDI Perjuangan lebih bersemangat untuk memenangkan pak Jokowi dan Kiai Ma’aruf yang diusung oleh PDI Perjuangan,” tegasnya, dalam rilis, Rabu (19/12).

Secara rinci Hendi menjelaskan kursi DPRD Jawa Tengah periode 2014-2019, PDI Perjuangan mendominasi 31 kursi dari total 100 kursi. Selanjutnya dari total 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, PDI Perjuangan mendominasi kursi kepala daerah dengan mendudukkan 18 kadernya. Selain itu jika ditotal, kader PDI Perjuangan juga duduk secara mantap pada 412 kursi DPRD tingkat kabupaten/kota di Jawa Tengah.

“Jadi kalau wacana posko-posko itu jadi, saya malah senang karena konsentrasinya terpusat di sini. Jadikan teman-teman di provinsi lain bisa lebih leluasa meningkatkan elektabilitas Pak Jokowi tanpa diganggu, cukup kita yang hadapi,” tegasnya.

Di sisi lain, Hendi sendiri optimis suara PDI Perjuangan di Jawa Tengah bisa terus meningkat dengan kerja nyata yang dilakukan oleh para kader PDI Perjuangan di seluruh daerah Jawa Tengah.

“Objektif saja, kami kepala daerah dari PDI Perjuangan yang ada di Jawa Tengah ini kan bukannya tidur-tidur saja selama menjabat, kami ini semua kepanjangan tangan pak Jokowi di daerah, jadi masyarakat bisa nilai,” pungkasnya.505/mj