Semarang, Medijateng.net – Sungguh malang nasib bocah 7 tahun ini. Ia harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang usai jatuh dari lantai tiga Blok E Rusunawa Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.

Korban diketahui bernama Adrian Laksono Surya Prasetyo tersebut terjatuh setelah terpeleset saat hendak mengambil sandal milik adiknya, Rabu (28/9) malam. Akibatnya, korban menderita sejumlah luka pada bagian tubuhnya dan hingga Kamis (29/9) masih terbaring di ruang ICU RSI Sultan Agung Semarang.

Menurut informasi yang dihimpun, kejadian tersebut bermula saat Adrian bermain dengan adik dan rekan-rekannya di lantai tiga Blok E Rusunawa Kaligawe, Gayamsari, Semarang, Rabu (28/9) malam. Saat asyik bermain, tiba-tiba sandal milik adik Adrian terjatuh di balkon.

Adrian yang mengetahui kejadian tersebut berusaha untuk mengambil sandal tersebut. Tapi saya, tangan Adrian tidak dapat menjangkau sandal yang berjarak sekira setengah meter dari balkon. “Informasi dari warga korban dan anak-anak lainnya bermain di balokn rusunawa. Terus sandal adik korban terjatuh dan korban mau mengambil, tapi tidak sampia dan korban terjengkang. Korban jatuh dari lantai tiga,” kata Kapolsek Gayamsari, Kompol Dedi Mulyadi, saat dikonfirmasi Jateng Pos, Kamis (29/9).

Korban terjatuh ke dalam parit di sekitar lokasi kejadian. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan dengan membawa korban ke RSI Sultan Agung untuk menjalani perawatan. Beruntung dalam kejadian tersebut korban dapat selamat dari maut dan hanya mengalami sejumlah luka pada bagian tubuhnya. Luka-luka tersebut antara lain memar pada bagian muka, luka lecet pada bagian jidat, bengkak pada mata sebelah kiri dan tangan. “Anggota mendatangi lokasi malam itu juga, tapi korban sudah dibawa ke rumah sakit oleh warga. Kalau jatuhnya itu ke parit di bawah rusun. Tidak ada luka  dalam. Tadi saya jugas udah melihat kondisi korban di rumah sakit. Korban memang sempat mengalami kritis,” ungkapnya.

Dedi menambahkan, insiden tersebut merupakan kecelakaan. Hal itu diduga lantaran kurangnya pengawasan orangtua dan minimnya pengamanan pagar pada balokn rusun. “Itu karena kurangnya pengawasan dari orangtua, juga pengamanan berupa pagar pada rusun,” pungkasnya. (MJ-303)

1 KOMENTAR

Comments are closed.