SEMARANG, Mediajateng.net – Sepuluh rumah milik warga Kecamatan Ngaliyan dan Tugu mengalami rusak-rusak. Diduga diakibatkan oleh baling-baling dari helikopter yang terbang rendah diatas rumah warga. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, ditaksir kerugian diperkirakan mecapai puluhan juta rupiah.

Peristiwa ini terjadi Rabu, (19/10) kemarin sekitar pukul 10.30 wib. Bermula saat Heli Skuadron 31 Serbu, Pusdik Penerbad Semarang mengudara dari arah timur menuju barat. Namun sesampai dilokasi tersebut, tiba-tiba pesawat Helikopter yang di piloti oleh Kapten Prabowo terbang rendah. “Kalau informasinya tadi, sampai sini itu terbang sudah rendah, sekitar 50 meter sampai 70 meter dari tanah,” ungkap Kapolsek Tugu Kompol Suwarto.

Helikopter yang terbang rendah ini buatan Rusia tahun 2016 tersebut jenis MI 17 dan sedang melakukan aktifitas latihan rutin. Terbang dari arah Wonosari melintas jalan raya didaerah Mangkang Tikung.

Akibatnya 10 rumah masing-masing milik Asep, 14 seng atap tempat bengkel mobil dan rumah mengalami kerusakan, Toko Mur Baut milik Gunawan, sebuah etalase almunium kaca pecah berantakan.

Berikutnya, Koperasi Swamitra Mina, mengalami kerusakan kanopi berukuran 7 x 4 meter, pintu kaca berantakan dan papan reklame rusak. Bengkel Las Rukun milik Wawan, 4 buah seng atap rumah rusak. Bengkel Box dan Rumah Makan milik Koh Amin 9 buah asbes rusak. Satunya bangunan tembok kamar rumah Saikina mengalami ambrol.

Enam bangunan rumah milik warga tersebut semuanya berada di daerah Kelurahan Mangkang Wetan, Tikung RT/RW 2/3, Kecamatan Tugu. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, total kerugian ditafsir mencapai Rp 30 juta. Sedangkan empat bangunan rumah lain di daerah Kelurahan Wonosari Kecamatan Ngaliyan juga mengalami kerusakan akibat dari kejadian ini.

Lanjut Suwarto, pihak TNi juga telah mendatangi tempat lokasi kejadian dan melakukan pendataan rumah milik warga yang rusak akibat insiden ini. Selanjutnya dilakukan mediasi antara pihak TNI bersama warga terkait ganti rugi kerusakan. “Tadi kita sudah melakukan mediasi sama pak Mayor Budiarso sama warga. Sanggup memberikan ganti rugi. Dari warga tadi ada yang minta ganti rugi, sebagaian ada yang minta secepatnya diperbaiki. Kalau di Wonosari yang rusak berapa saya kurang tahu, itu sudah masuk wilayah Kecamatan Ngaliyan,” pungkasnya. (MJ-303)

Comments are closed.