SEMARANG, Mediajateng.net – Dua harimau awetan (offset) koleksi Menteri Dalam Negeri, Thahjo Kumolo dititipkan di Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah. Kemudian, satwa langka yang diketahui berjenis harimau Sumatera itu akan dijadikan bahan penelitian.
Kepala BKSDA Jawa Tengah, Suharman mengatakan, dua harimau awetan milik Mendagri itu telah diserahkan ke BKSDA dua bulan lalu. Sebelumnya, satwa tersebut menjadi koleksi kediaman keluarga Tjahjo di wilayah Citarum Semarang. “Perwakilan keluarga yang menyerahkan kesini sekitar dua bulan lalu. Bersamaan dengan koleksi lain di Jakarta yang diserahkan ke BKSDA Jakarta,” kata Suharman, Rabu (13/4).
Suharman menjelaskan, dua harimau loreng tersebut selanjutnya akan dijadikan sebagai bahan penelitian mahasiswa di Fakultas Biologi Universitas Negeri Semarang (Unnes). Hal itu sesui intruksi Dirjen Kehutanan yang ditembuskan kepada BKSDA Jateng. “Sudah ada persetujuan dari Dirjen untuk menghibahkan ke sana (Unnes). Tujuannya untuk jadi bahan penelitian, kajian dan pendidikan riset. Kita wanti-wanti dirawat sebaik mungkin,” beber dia.
Koordinator Konservasi dan Keanekaragaman Hayati BKSDA Jateng, Shokhib Abdillah menambahkan, dua harimau awetan milik Mendgari itu, kondisinya satu baik dan satu sedikit rusak. Hal itu karena usianya yang sudah puluhan tahun diawetkan. “Dua harimau itu masih muda dan berjenis kelamin jantan. Penyerahan secara resmi akan dilakukan pada minggu pekan depan,” ujar dia.
Ketentuan perlindungan terhadap hewan itu, lanjut dia, sudah termaktub dalam UU nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi dan ekosisitem. Di mana dalam pasal tersebut tertuang larangan bagi setiap orang berburu, memdperdagangkan, memelihara, membunuh, satwa liar. “Kaitan sama larangan itu berlaku baik dalam keadaan hidup, mati atau bagian organnya,” kata dia.
Sebelumnya, penyerahan koleksi harimau awetan milik Tjahjo berawal dari protes publik di media sosial terkait sejumlah koleksi satwa dilindungi yang tayang di acara “Satu Jam Bersama Tjahjo Kumolo” di tvOne. Menanggapi protes itu, akhirnya Politisi PDI Perjuangan itu akhirnya dengan sukarela menyerahkan koleksinya ke negara. (MJ-47)

2 KOMENTAR

Comments are closed.